Papua Barat Daya Online News, SORONG-Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sorong, Amatus Turot, mengajak seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Sorong, untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan noken sebagai warisan budaya leluhur. Hal ini disampaikannya di sela-sela agenda Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga dan Pranata Adat yang berfokus pada Pelatihan Anyaman Noken for Moi Day.Kamis (16/07/26) di Aimas Hotel.

Sebagai anak asli Papua, Amatus mengaku sangat bangga bisa hadir dalam kegiatan pelestarian budaya tersebut. Ia mengingatkan bahwa di tengah laju modernisasi, kemajuan teknologi, dan tingginya kesibukan zaman sekarang, generasi muda Papua tidak boleh lupa akan identitas dan akar budayanya.
”Kita dengan kemajuan, dengan teknologi, dengan kesibukan kita, tapi kita harus tahu diri bahwa kita hari ini anak Papua jadi manusia, jadi berkat di mana-mana ini karena dari ini (noken),” ujar Amatus penuh haru.
Ia mengenang bagaimana besarnya filosofi perjuangan di balik sebuah noken. Tas tradisional rajutan khas Papua ini bukan sekadar wadah biasa, melainkan simbol kehidupan dan kerja keras para ibu (mama-mama) Papua dalam membesarkan anak-anaknya hingga berhasil.
”Dari noken inilah mama-mama piara kita. Mereka ke kebun, ke mana pun piara kita, bawa ubi, bawa petatas, bawa daging dengan susah payah baru kita jadi orang,” kenangnya.
Untuk itu, Amatus mengimbau masyarakat agar tindakan pelestarian tidak berhenti pada retorika belaka, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata sehari-hari. Langkah paling konkret dan mudah adalah dengan membeli dan menggunakan noken buatan perajin lokal dalam berbagai aktivitas formal maupun informal.
”Cara melestarikannya itu apa? Setiap kegiatan-kegiatan kita harus belanja dan gunakan noken dari mama-mama Papua,” tegasnya secara lugas.

Secara khusus, Kepala Dinas Sosial ini Kaka kita Silas Ongge Kalami juga memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, terutama kepada Kepala Bidang terkait yang memotori kegiatan ini.
Diketahui, Kepala Bidang juga mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) sekaligus sebagai Ne Wilik Tanah Moi.
”Luar biasa, dalam kesibukan yang padat, beliau mau menyumbangkan pikiran dan tenaganya demi eksistensi noken sebagai alat kerajinan tradisional yang ada di Tanah Papua, lebih khusus di Tanah Moi. Jadi saya terima kasih untuk Kepala Bidang kaka Silas Ongge Kalami Tuhan berkati kita semua,” pungkasnya.[AR]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.