Papua Barat Daya Online News, SORONG-Layanan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi di Kabupaten Sorong terbukti memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan hewan kurban berkualitas. Kendati demikian, keterbatasan jumlah petugas inseminator di lapangan kini menjadi tantangan utama yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong saat menyoroti ketimpangan antara luas wilayah operasional dengan jumlah sumber daya manusia (SDM) teknis yang tersedia.
Kabupaten Sorong yang memiliki wilayah geografis cukup luas terdiri dari 32 distrik serta puluhan kampung dan desa saat ini hanya ditopang oleh 5 orang petugas inseminator. Ketersediaan personel yang sangat terbatas ini dinilai belum memadai untuk melayani kebutuhan peternak di seluruh pelosok daerah.

”Untuk petugas inseminator yang ada di Kabupaten Sorong, kalau dilihat dengan jarak atau wilayah yang terdiri dari 32 distrik dan berbagai kampung serta desa, itu petugas IB sangat, sangat, sangat kurang,” ungkap Kepala Seksi Perbibitan Agustina Mote S.Pt.Kamis (30/07/26)
Akibat dari keterbatasan jumlah SDM tersebut, jangkauan pelayanan perkawinan suntik ini hanya mampu menyentuh kawasan yang terdekat dari pusat pemerintahan atau perkotaan. Sementara itu, kelompok tani dan peternak yang berada di distrik-distrik pelosok atau daerah terpencil belum bisa terlayani secara optimal.
”Ketersediaan petugas inseminator kita hanya 5 orang. Lima orang itu pun hanya menjangkau daerah-daerah dekat. Kalau untuk daerah-daerah yang jauh, itu tidak ada,” tambahnya.
Meski kapasitas pelayanan saat ini terbatas, keberhasilan program Inseminasi Buatan telah terbukti secara nyata di lapangan. Sapi-sapi hasil program IB dikenal memiliki kualitas genetik yang unggul, berbobot lebih besar, serta menjadi komoditas utama saat momen Hari Raya Kurban.
Sebagian besar sapi berkualitas yang didistribusikan dari Kabupaten Sorong untuk kebutuhan kurban merupakan hasil dari sentuhan teknologi perkawinan suntik (IB) tersebut.
”Kita lihat sekarang hasil dari IB ini banyak diikutsertakan untuk Hari Raya Kurban. Pada Hari Raya Kurban itu, sapi-sapi yang keluar dari Kabupaten Sorong merupakan hasil dari IB ini,” jelasnya.
Melihat potensi besar sektor peternakan sapi di Kabupaten Sorong beserta besarnya manfaat program IB bagi peningkatan ekonomi peternak, pihak dinas berharap Pemerintah Kabupaten Sorong dapat memprioritaskan penambahan jumlah tenaga inseminator pada masa mendatang.
Penambahan personel diharapkan dapat meratakan jangkauan pelayanan hingga ke distrik-distrik terluar, sehingga seluruh peternak di Kabupaten Sorong memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan mutu genetik ternak mereka.
”Saya berharap ke depannya pemerintah melihat hal ini. Harapannya petugas IB bisa bertambah untuk mencakup dan melayani daerah-daerah yang jauh,tapi kalau pribadi saya kemana saja saya siap terpencil apapun tempatnya saya siap” tutupnya.[AR]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.