PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kehutanan menargetkan penanaman 36 ribu bibit mangrove di kawasan Kampung Maibo, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, sebagai bagian dari program mitigasi perubahan iklim dan rehabilitasi ekosistem pesisir.
Program penanaman tersebut akan dilakukan di lahan seluas 20 hektare dengan target penyelesaian dalam waktu satu hingga dua bulan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan garis pantai, menjaga habitat pesisir, serta meningkatkan kapasitas penyerapan karbon.
Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Papua Barat Daya, Julian Sarteis Sagrim, mengatakan penanaman mangrove merupakan bentuk aksi nyata pemerintah daerah dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Pada 1 Mei 2026 ini kami merencanakan aksi mitigasi perubahan iklim dengan aksi nyata, yakni penanaman mangrove di kawasan Maibo,” ujar Julian.
Ia menjelaskan, Papua Barat Daya memiliki target kontribusi penurunan emisi sebesar 3,7 hingga 4 persen melalui berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk perlindungan kawasan hutan dan rehabilitasi mangrove.
Menurut Julian, kondisi tutupan mangrove di Tanah Papua saat ini masih tergolong sangat baik dengan tingkat kerapatan mencapai 99 persen. Meski demikian, rehabilitasi tetap diperlukan untuk memulihkan area yang mengalami degradasi agar fungsi ekologis mangrove tetap optimal.

Selain penanaman, pemerintah daerah juga menyiapkan edukasi dan kampanye lingkungan kepada masyarakat agar kawasan mangrove tetap terjaga.
“Melalui aksi nyata ini kami ingin menunjukkan bahwa Papua Barat Daya berkomitmen menjaga kawasan hutan dan ekosistem pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga stok karbon dunia,” kata Julian.

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Papua Barat Daya dalam memperkuat komitmen daerah terhadap penanganan perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir.[RS]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.