‎Hindari Tumpang Tindih Program, Bapperida Kab.Sorong Ajak Sektor Swasta Integrasikan Dana CSR dengan Pemerintah

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya Online News, SORONG- Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sorong menggelar evaluasi program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Pertemuan Kantor Bapperida, Rabu (02/09/26). Langkah ini diambil untuk memastikan program CSR dari pihak swasta selaras dengan kegiatan pemerintah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

Kepala Bapperida Kabupaten Sorong, Ellisa Ulimpa, S.Sos., M.Si., usaienutup kegiatan kepada wartawan menjelaskan bahwa program pemerintah yang belum terakomodasi atau tidak dapat dibiayai oleh dana Otonomi Khusus (Otsus) nantinya akan diambil alih oleh pihak swasta melalui alokasi dana CSR agar tepat sasaran.

“Program pemerintah yang belum terakomodasi atau tidak dapat dibiayai oleh dana Otonomi Khusus nantinya akan diambil alih oleh pihak swasta melalui alokasi dana CSR agar tepat sasaran,” ungkap Ellisa Ulimpa.

‎​Pemerintah Kabupaten Sorong turut mengapresiasi sektor swasta karena program pemberdayaan di wilayah ring 1 perusahaan telah berjalan baik.

‎​”Kami memberikan apresiasi kepada sektor swasta karena program pemberdayaan di sejumlah wilayah ring 1 perusahaan telah berjalan dengan baik,” tambah Ellisa Ulimpa.

Selain itu, Ellisa juga menekankan bahwa dengan jaringan yang luas, pihak swasta diharapkan mampu membantu memasarkan serta membina masyarakat di tingkat kampung dan lapangan dalam mengelola potensi lokal, sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Sorong yang tahun ini mencatatkan penurunan sekitar 4% dibanding tahun sebelumnya.

Melengkapi pernyataan tersebut,Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Agata Tenau, S.Sos, MPA Menuturkan tingkat kehadiran para pemangku kepentingan.

“Ini kalau Migas semua ikut. Migas semua ikut ya. Migas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sorong semua ikut. Terus Pertamina, Pertamina EP Papua, Pertamina RU VII, terus Petrosea. Iya,” ujar Agata.

‎​Ia juga menambahkan bahwa Bank Papua dan Hotel Aimas turut hadir dalam pertemuan tersebut, sementara undangan dari sektor perusahaan sawit dan batubara tidak hadir meskipun pihak batubara sempat berkomunikasi pada pagi harinya.

Agata menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar peserta menyadari pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program yang dijalankan dapat berkelanjutan.

“Evaluasi, ya evaluasinya tadi kita sudah bicara. Kalau kerja sendiri tidak berkoordinasi dengan pemerintah daerah, ya ketemu masalah pusing sendiri. Tapi kalau berkolaborasi dan membangun sinergitas bersama dengan pemerintah daerah,banyak win win solusi dan berbagai hal yang seimbang, Kabupaten itu kan punya sumber daya banyak, toh? Punya tenaga-tenaga teknis kan banyak, ada penyuluh pertanian, peternakan, perikanan, semua-semua ya mereka siap untuk mensupport di lapangan.kalau berkoordinasi bersama.Saya yakin semua dapat berjalan dengan baik. Karena semua tumbuh dari komitmen bersama.Tapi kalau tidak berkoordinasi, ya kita tidak tahu,Sehingga tahu peran dan tanggung jawab masing-masing Pemerintah bikin apa, perusahaan bikin apa.Sehingga bisa beriringan mengingat yang kita sadar adalah masyarakat yang sama” Tegas Agata.

‎​Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan ini, BAPPERIDA Mengkoordinasikan persiapan assesmen tgl 3 dan 4 september bersama petrogas dan 3 OPD teknis untuk melakukan asesmen di Kampung Maralol guna pengembangan BUMDes Bandawar Mandiri Maralol.

“Tetap jalan. Itu pun bukan langsung tiba-tiba asesmen, tidak. Kita duduk rapat dulu, kita diskusi, kita harus tahu kebutuhan pengurus Bumdes itu apa. Makanya tadi seperti dari konsultan juga hadir yang mendampingi UMKM-UMKM,” pungkas Agata menegaskan bahwa seluruh proses asesmen dilakukan secara terstruktur bersama konsultan, dukungan data dari Kementerian Desa, serta pelibatan aktif seluruh stakeholder terkait.[AR]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKP Dinas Perindagkop Kabupaten Sorong: Standar Pelayanan Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat Pemerintah, Terkini
‎Gandeng Korporasi,Pemerintah Kabupaten Sorong Maksimalkan Otsus 1 Persen
‎Waspada Karhutla di Musim Kemarau Panjang, Pemerintah Kabupaten Sorong Tegaskan Larangan Keras Buka Lahan dengan Cara Dibakar
33 Kepala Kampung di Kabupaten Sorong Resmi Dilantik, Kadis DPMK Ingatkan Efisiensi Dana Desa dan Program Prioritas
Tindak Lanjuti Audit BPK, Pemkab Sorong dan UGM Inventarisasi Aset HPL EKs-Transmigrasi di Salawati
Dinkes dan DP3AP2KB Kabupaten Sorong Fokuskan Bulan Agustus untuk Pengukuran Stunting Serentak dan Pembagian Vitamin A di 200 Posyandu
Pemkab Sorong Genjot ‘Gerakan Ayo ke Posyandu’ Agustus: Targetkan Kunjungan Minimal 80 Persen demi Bebas Stunting
Tekan Pernikahan Dini, INKLUSI Bersama Pemkab Sorong dan LAKPESDAM Rumuskan Regulasi Strada PPPA

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:53

FKP Dinas Perindagkop Kabupaten Sorong: Standar Pelayanan Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat Pemerintah, Terkini

Rabu, 2 September 2026 - 19:46

‎Hindari Tumpang Tindih Program, Bapperida Kab.Sorong Ajak Sektor Swasta Integrasikan Dana CSR dengan Pemerintah

Rabu, 2 September 2026 - 10:23

‎Gandeng Korporasi,Pemerintah Kabupaten Sorong Maksimalkan Otsus 1 Persen

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:50

‎Waspada Karhutla di Musim Kemarau Panjang, Pemerintah Kabupaten Sorong Tegaskan Larangan Keras Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:21

33 Kepala Kampung di Kabupaten Sorong Resmi Dilantik, Kadis DPMK Ingatkan Efisiensi Dana Desa dan Program Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page