Papua Barat Daya Online News,SORONG-Pemerintah Kabupaten Sorong melalui kolaborasi lintas sektor resmi mencanangkan “Gerakan Ayo ke Posyandu” secara serentak di seluruh wilayah. Kick-off gerakan ini bertepatan dengan dimulainya bulan pemberian Vitamin A periode Agustus 2026 yang terpusat di Posyandu Wobok, Distrik Aimas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Ronny Kalesaran, menegaskan vitalnya pemantauan gizi dan kesehatan anak secara berkala melalui layanan Posyandu sebagai fondasi utama pencegahan stunting. Pernyataan tersebut disampaikan seiring dimulainya pencanangan bulan Vitamin A serta penimbangan serentak periode Agustus 2026 di Kabupaten Sorong.
Menurut dr. Ronny Kalesaran, bulan Agustus merupakan momentum krusial dalam pemantauan gizi nasional melalui suplementasi Vitamin A serta pengukuran pertumbuhan fisik balita.
”Posyandu ini kelihatannya sederhana, padahal di dalamnya ada pemantauan gizi, pemeriksaan kesehatan, dan intervensi stunting secara mendasar. Dengan penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan yang rutin, bila ada indikasi masalah gizi kurang, gizi buruk, atau stunting, kita bisa bertindak dan melakukan penanganan jauh lebih cepat,” tegas dr. Ronny Kalesaran.Sabtu (01/08/26)

Melengkapi arahan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang DP3AP2KB Kabupaten Sorong, Jein Pendek, menekankan komitmen instansinya untuk berkolaborasi lintas sektor demi memastikan seluruh lapisan masyarakat memanfaatkan layanan di lebih dari 200 unit Posyandu se-Kabupaten Sorong.
Jein Pendek menyatakan bahwa Pemkab Sorong mematok target kehadiran masyarakat mencapai minimal 80 persen dari total sasaran balita dan ibu hamil.
”Hari ini kita bersama Dinas Kesehatan, para dokter, serta kader-kader Posyandu memulai ‘Gerakan Ayo ke Posyandu’ di bulan Vitamin A. Harapan kita, seluruh orang tua membawa anak bayi, balita, dan ibu hamil ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang sekaligus sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sorong,” ujar Jein Pendek.
Guna memastikan ketercapaian target tersebut, Jein menuturkan bahwa tim gabungan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader kelurahan, serta jajaran TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) akan dikerahkan untuk melakukan penyisiran (sweeping) langsung ke rumah-rumah warga.
”Kami bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan sweeping ke rumah-rumah warga agar seluruh balita terdata dan terpantau riil tumbuh kembangnya. Mari pace-mace, semua masyarakat yang punya bayi dan balita, ayo bawa anak-anak kita ke Posyandu,” imbau Jein.

Melalui kolaborasi erat antara Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB ini, Pemerintah Kabupaten Sorong optimistis dapat meningkatkan partisipasi warga secara signifikan demi mewujudkan Kabupaten Sorong bebas stunting.
Menjawab kekhawatiran pasangan muda atau warga baru yang belum mengetahui lokasi Posyandu di lingkungannya, Jein Pendek mengimbau agar warga berkonsultasi dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) atau kader kelurahan setempat.
”Mari pace-mace, semua masyarakat yang punya bayi balita, ayo bawa anak-anak kita ke Posyandu agar mendapat imunisasi lengkap, Vitamin A, serta pemantauan tumbuh kembang,” imbau Jein menutup keterangannya[AR}











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.