Kabut Asap Kepung Sorong! Siswa Belajar dari Rumah, Pemerintah Kabupaten Sorong Minta Warga Kurangi Mobilitas Luar Rumah
Papua Barat Daya Online News, SORONG-Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Pemerintah Kabupaten Sorong mengambil langkah darurat dengan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh pelajar dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK sederajat mulai Rabu,(07/10/26)
Langkah mitigasi ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/2510/2026 yang dikeluarkan menyusul kondisi udara yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan serta kelancaran proses belajar mengajar di wilayah Kabupaten Sorong.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Andreas Taa, menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah adalah prioritas utama. Kendati demikian, kebijakan ini memberikan pengecualian khusus bagi peserta didik kelas XII SMA/SMK yang sedang melaksanakan gladi bersih dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan tersebut tetap digelar tatap muka secara ketat dengan kewajiban menggunakan masker.
Selain itu, guru dan tenaga kependidikan diwajibkan hadir bergantian di sekolah. Terkait Program Makanan Bergizi (MBG), pihak sekolah diinstruksikan berkoordinasi agar distribusi dilakukan melalui pengambilan langsung oleh orang tua atau wali murid pada jam sekolah.
Dari sudut pandang medis, alarm bahaya berkumandang seiring pekatnya polusi asap. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Ronney Kalesaran, membeberkan ancaman serius yang mengintai kesehatan warga akibat paparan kabut tersebut.
”Asap karhutla mengandung partikel halus berbahaya seperti PM2.5 serta gas beracun yang dapat menembus sistem pernapasan terdalam. Dampak kesehatannya sangat nyata, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, perburuk gejala asma, hingga risiko jangka panjang terhadap penurunan fungsi paru-paru dan gangguan kardiovaskular, terutama pada anak-anak,” jelas dr. Ronney.
Seruan Keras BPBD di Tengah Keterbatasan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sorong, Aminadap Lobat, turut melayangkan peringatan keras kepada masyarakat di tengah situasi darurat ini.
Mengingat keterbatasan alat operasional penanggulangan di lapangan, ia menegaskan larangan mutlak terhadap segala bentuk pembakaran lahan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk menyetop total aksi bakar-bakar lahan.
Alat operasional kami terbatas, sehingga pencegahan dari tingkat warga sangat krusial agar kebakaran tidak semakin meluas dan tidak merenggut keselamatan lebih banyak orang,” ujar Aminadap.
Dalam Konferensi Pers,Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong mengimbau seluruh masyarakat untuk meminimalisasi aktivitas di luar rumah serta mewajibkan penggunaan masker jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI-Polri yang sigap dan siaga di garis depan, serta kepada masyarakat yang telah tulus berpartisipasi bahu-membahu memadamkan api.
Pemerintah Kabupaten Sorong memastikan, seluruh aktivitas belajar mengajar tatap muka baru akan dipulihkan secara normal jika kualitas udara di wilayah tersebut telah dinyatakan aman oleh instansi berwenang.
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.