Papua Barat Daya Online News, SORONG-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat secara resmi direncakanan akan menggelar Festival Ekonomi dan Keuangan Digital QRISTAL Kasuari 2026 di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM, Kota Sorong, Kamis (23/07/26).
Perhelatan tahunan yang berlangsung selama tiga hari hingga 25 Juli 2026 ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat transformasi ekonomi dan keuangan digital di wilayah Papua Barat Daya.
Sesuai yang direncanakan tema yang diusung adalah “Harmoni Digital: Kolaborasi Membangun Inklusi dan Inovasi Ekonomi Digital di Bumi Kasuari”, gelaran kedua ini dihadirkan untuk memperluas penggunaan sistem pembayaran digital, meningkatkan literasi masyarakat, serta memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian, saat ditanya awak media terkait kegiatan yang akan dibuka besok (23/07) menegaskan pentingnya peranan bank sentral dalam menjaga kelancaran, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran sebagai fondasi utama pendukung aktivitas perekonomian nasional.
”Melalui prinsip CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal), Bank Indonesia terus menghadirkan inovasi sistem pembayaran yang memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian, Rabu (22/07/26)
Arif Rahadian menjelaskan, berbagai inovasi sistem pembayaran terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Salah satunya adalah QRIS Cross-Border, yang kini telah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok/China. Inovasi ini memudahkan masyarakat Indonesia saat bertransaksi di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran domestik.
Selain itu, BI juga meluncurkan QRIS Tap, layanan pembayaran tanpa perlu memindai kode QR yang resmi diperkenalkan sejak 14 Maret 2025. Inovasi ini memungkinkan transaksi dilakukan secara lebih cepat dan praktis, terutama pada sektor transportasi publik serta perdagangan ritel berkecepatan tinggi.
Tak hanya pada sektor komersial, digitalisasi juga menyasar tata kelola pemerintahan daerah melalui pembayaran pajak dan retribusi secara nontunai.
”Digitalisasi memberikan dampak positif terhadap tata kelola pemerintahan daerah. Implementasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara nontunai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajibannya, sekaligus meningkatkan transparansi, mempercepat penerimaan daerah, serta meminimalkan potensi kebocoran karena seluruh transaksi tercatat secara elektronik,” jelas Arif Rahadian.
Melalui QRISTAL Kasuari 2026, BI menghadirkan beragam rangkaian kegiatan edukatif, kompetitif, dan hiburan, seperti talkshow, workshop, Digital Innovation Challenge, QRIS Jelajah Rasa, Bank Indonesia Discovery Zone, Torang Color Run, e-sport, hingga aksi sosial donor darah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat serta kapasitas pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan digital.
”QRISTAL Kasuari 2026 menjadi wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, industri jasa keuangan, perbankan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif, aman, dan berkelanjutan,” tambah Arif Rahadian.
Menutup keterangannya, Bank Indonesia berharap budaya transaksi digital di Papua Barat Daya dapat semakin mengakar di seluruh lapisan masyarakat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan daya saing UMKM, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus kegiatan yang digelar besok berjalan lancar. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.