Kendalikan Inflasi, TPID Papua Barat Daya Gagas Operasi Pasar ‘Si Gerak’ Hingga Program Cetak Sawah

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya Online News, ​SORONG-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong kolaborasi erat dan melahirkan inovasi program guna menjaga stabilitas harga barang serta ketersediaan pangan di wilayah tersebut.

​Langkah taktis jangka pendek dan pembenahan struktural jangka panjang kini menjadi fokus utama pemerintah dalam menjalankan pilar 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

​Salah satu terobosan taktis yang dinilai sangat efektif meredam gejolak harga pangan bulanan adalah program Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui armada mobile bernama “Si Gerak”. Program ini dirancang untuk menyambangi langsung kantong-kantong pemukiman warga secara fleksibel.

​”Gerakan Pangan Murah melalui ‘Si Gerak’ ini sifatnya mobile ke beberapa lokasi. Ini merupakan bentuk operasi pasar yang dinamis untuk menjangkau daerah yang lebih luas.” Pungkas Arif Rahadian Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat Kamis (16/07/26)

​Operasi pasar keliling ini dinilai lebih efektif menjangkau masyarakat dibanding pasar murah konvensional yang bersifat menetap di satu titik lokasi saja.

​Selain melakukan intervensi harga secara cepat di tingkat pasar, TPID Papua Barat Daya menyadari perlunya langkah besar untuk menyelesaikan masalah pangan yang sifatnya struktural, terutama mengenai ketergantungan pasokan dari luar daerah.

​Untuk itu, program Cetak Sawah diwacanakan sebagai solusi strategis jangka panjang agar daerah mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.

​”Untuk jangka panjang, kita harus memikirkan bagaimana caranya agar Papua Barat Daya bisa mandiri pangan. Salah satunya melalui program cetak sawah agar kita mampu menyediakan beras sendiri tanpa harus selalu bergantung dari luar.” tambahnya.

​Pemerintah Daerah berharap dengan kombinasi strategi jangka pendek (intervensi pasar langsung) dan strategi jangka panjang (swasembada pangan), laju inflasi di Papua Barat Daya dapat terus ditekan secara konsisten demi kesejahteraan masyarakat.[AR]

 

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Manajemen Aimas Hotel Gelar Aksi Bersih-Bersih Masjid
Diikuti Peserta dari 6 Distrik, Kontes Sapi Bali Pemkab Sorong Jadi Wadah Pemetaan Bibit Unggul
​Kekurangan Petugas Inseminator di Kab. Sorong Jadi Tantangan Sektor Peternakan, Pemkab Diharapkan Tambah Personel
Buka QRISTAL Kasuari 2026, BI dan Pemprov PBD Dorong Perluasan Transaksi Digital
​​Lari Sambil Berdonasi! BI Papua Barat Ajak Masyarakat Ramaikan Color Run QRIS
Dorong Transaksi Nontunai, BI Kenalkan Fitur Pembayaran Digital Mutakhir di QRISTAL Kasuari 2026
Tekan Pernikahan Dini, INKLUSI Bersama Pemkab Sorong dan LAKPESDAM Rumuskan Regulasi Strada PPPA
Balai PBPK Gembleng Pelaku Lapangan, Kawal Akselerasi Program PISEW 2026 di Tanah Papua

Komentar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:39

Wujud Kepedulian Sosial, Manajemen Aimas Hotel Gelar Aksi Bersih-Bersih Masjid

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:52

Diikuti Peserta dari 6 Distrik, Kontes Sapi Bali Pemkab Sorong Jadi Wadah Pemetaan Bibit Unggul

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:12

​Kekurangan Petugas Inseminator di Kab. Sorong Jadi Tantangan Sektor Peternakan, Pemkab Diharapkan Tambah Personel

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:22

Buka QRISTAL Kasuari 2026, BI dan Pemprov PBD Dorong Perluasan Transaksi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:57

​​Lari Sambil Berdonasi! BI Papua Barat Ajak Masyarakat Ramaikan Color Run QRIS

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page