Papua Barat Daya Online News, SORONG-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong kolaborasi erat dan melahirkan inovasi program guna menjaga stabilitas harga barang serta ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Langkah taktis jangka pendek dan pembenahan struktural jangka panjang kini menjadi fokus utama pemerintah dalam menjalankan pilar 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).
Salah satu terobosan taktis yang dinilai sangat efektif meredam gejolak harga pangan bulanan adalah program Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui armada mobile bernama “Si Gerak”. Program ini dirancang untuk menyambangi langsung kantong-kantong pemukiman warga secara fleksibel.
”Gerakan Pangan Murah melalui ‘Si Gerak’ ini sifatnya mobile ke beberapa lokasi. Ini merupakan bentuk operasi pasar yang dinamis untuk menjangkau daerah yang lebih luas.” Pungkas Arif Rahadian Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat Kamis (16/07/26)
Operasi pasar keliling ini dinilai lebih efektif menjangkau masyarakat dibanding pasar murah konvensional yang bersifat menetap di satu titik lokasi saja.
Selain melakukan intervensi harga secara cepat di tingkat pasar, TPID Papua Barat Daya menyadari perlunya langkah besar untuk menyelesaikan masalah pangan yang sifatnya struktural, terutama mengenai ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Untuk itu, program Cetak Sawah diwacanakan sebagai solusi strategis jangka panjang agar daerah mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.
”Untuk jangka panjang, kita harus memikirkan bagaimana caranya agar Papua Barat Daya bisa mandiri pangan. Salah satunya melalui program cetak sawah agar kita mampu menyediakan beras sendiri tanpa harus selalu bergantung dari luar.” tambahnya.
Pemerintah Daerah berharap dengan kombinasi strategi jangka pendek (intervensi pasar langsung) dan strategi jangka panjang (swasembada pangan), laju inflasi di Papua Barat Daya dapat terus ditekan secara konsisten demi kesejahteraan masyarakat.[AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.