Papua Barat Daya Online News, SORONG-Aksi penembakan terhadap warga sipil kembali terjadi di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Tiga warga sipil dilaporkan menjadi korban luka tembak dalam insiden berdarah yang terjadi di Kampung Ainod, Distrik Sifat, pada Kamis (13/08/26).
Tiga korban yang diidentifikasi sebagai Silvester Asem, Selfiana Sory, dan Anike Fatie harus menempuh perjalanan darat yang mencekam selama kurang lebih empat jam dari Kabupaten Maybrat menuju Kota Sorong guna mendapatkan pertolongan medis darurat.
Para korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, pada Jumat (14/08/26) sekitar pukul 20.00 WIT dengan didampingi pihak keluarga. Kedatangan ambulans dan rombongan korban langsung disambut isak tangis histeris keluarga yang tidak terima dengan kondisi mengenaskan para korban.
Guna mengantisipasi potensi kericuhan dan menjaga situasi tetap kondusif, puluhan aparat keamanan bersenjata lengkap tampak disiagakan dan memperketat pengamanan di sekitar area RSUD Sele Be Solu.
Protes Meletus dan Pembakaran Ban
Buntut dari aksi penembakan terhadap warga sipil tersebut, gelombang protes warga yang geram meletus di beberapa titik wilayah Kabupaten Maybrat dan Kota Sorong. Sejumlah massa meluapkan kemarahan dengan melakukan aksi pembakaran ban di sekitar kawasan pusat perbelanjaan dan jalan protokol sebagai bentuk kecaman keras atas tindakan keji yang menimpa masyarakat sipil.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nusrau yang meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Sele Be Solu menyampaikan duka mendalam sekaligus mengutuk keras insiden kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan tersebut. Dalam keterangannya kepada awak media, pihak Pemerintah Provinsi menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengutuk keras aksi penembakan yang menimpa warga sipil di Maybrat. Kami memastikan seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung oleh pemerintah. Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, mengidentifikasi pelaku, dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat ditegakkan,” tegas Wakil Gubernur Papua Barat Daya saat memberikan keterangan pers di area rumah sakit.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi-aksi yang dapat memperkeruh situasi keamanan di wilayah Sorong maupun Maybrat.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya, Wilem Assem, yang turut mendampingi para korban menegaskan status murni para korban di hadapan publik.
“Para korban ini adalah masyarakat sipil murni, bukan kelompok bersenjata atau bagian dari konflik politik mana pun.
Penembakan terhadap warga yang tak berdosa ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi,” ujar Wilem Assem.
Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di Kota Sorong dan Maybrat masih dalam pemantauan ketat aparat kepolisian dan TNI, sementara ketiga korban tengah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis RSUD Sele Be Solu. [AR]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.