Papua Barat Daya Online News, SORONG-Praktik penipuan yang memanfaatkan jabatan pejabat publik kembali memakan korban di Kabupaten Sorong. Nama Anggota DPRD Kabupaten Sorong, Yuanis Tri Setyo Utami, menjadi tameng utama pelaku kejahatan dalam melancarkan aksi penipuan investasi dan kerja sama bisnis fiktif.
Lewat strategi komunikasi yang rapi, pelaku sukses memperdaya sejumlah korban hingga menguras tabungan mereka, dengan kerugian terbesar tercatat keseluruhan hampir ratusan juta rupiah.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menerapkan taktik manipulasi identitas secara langsung. Pelaku mengontak para calon korban menggunakan nomor WhatsApp baru yang sudah dipasangi foto profil Yuanis Tri Setyo Utami untuk meyakinkan target. Saat korban mempertanyakan nomor baru tersebut, pelaku melontarkan alasan klasik yang masuk akal, yaitu nomor lamanya sedang bermasalah atau rusak. Penyamaran total ini membuat korban percaya penuh bahwa mereka sedang berkomunikasi langsung dengan wakil rakyat secara pribadi.
Setelah berhasil membangun kepercayaan awal, pelaku mulai menyodorkan umpan utama berupa skema kerja sama bisnis. Korban diiming-imingi dengan janji pembagian hasil yang sangat menggiurkan.
Kombinasi antara profil pejabat publik lewat foto profil palsu dan imbalan finansial yang fantastis berhasil melumpuhkan daya kritis serta logika para korban.

Pelaku tidak hanya melancarkan aksi ini kepada satu orang, melainkan ke beberapa korban lain dengan pola yang hampir selalu berjalan mulus.
Yuanis Tri Setyo Utami mengaku baru mengetahui namanya dicatut setelah menerima laporan dari salah satu rekanannya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan kontak dengan siapapun terkait penawaran bisnis tersebut dan mengklarifikasi bahwa dirinya hanya memiliki satu nomor telepon yang aktif digunakan tanpa pernah berganti-ganti.
“Saya baru tahu setelah ada rekan yang melaporkan kejadian ini kepada saya. Saya pertegas bahwa saya tidak pernah menghubungi siapapun untuk urusan kerja sama bisnis seperti itu. Nomor kontak saya cuma satu dari dulu dan tidak pernah ganti-ganti,” tegas Yuanis saat dikonfirmasi media ini, Kamis (13/08/26)

Yuanis mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sorong agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya terhadap pesan singkat atau telepon dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan pejabat publik. Jika menerima penawaran bisnis atau tindakan yang mencurigakan, masyarakat diminta untuk segera melakukan verifikasi silang (cross-check) ke pihak resmi atau mengonfirmasi langsung melalui jalur terpercaya sebelum melakukan transaksi finansial apapun.
”Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Jangan pernah melakukan transaksi finansial apa pun tanpa memverifikasi dengan pasti siapa lawan bicara kita, terlebih di era teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) saat ini. Jika ada pihak yang mencatut nama saya dan menimbulkan keraguan, silakan temui saya langsung di kantor atau di rumah untuk memastikan kebenarannya. Saya tegaskan, jangan pernah mengirimkan uang atau apa pun ke rekening mana pun apalagi yang menyebutkan atas perintah dan arahan saya,” tegas Yuanis.
Kepada korban yang terkena penipuan dirinya menyampaikan permohonan maaf.
” Ya Allah, Bapak/ibu saya prihatin dengan kejadian ini, tapi saya sampaikan itu bukan saya,Jadi silakan dilaporkan saja kepada pihak kepolisian,sayapun tentunya tidak akan tinggal diam karena telah mencatut nama saya dan saya akan coba komunikasi dengan pihak berwajib terkait hal ini” Lanjut Yuanis.
Bagi korban yang sudah dirugikan, sangat disarankan untuk segera mengumpulkan bukti perpesanan serta riwayat transfer guna melaporkan kasus penipuan ini ke aparat penegak hukum.[AR]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.