Filosofi Gamelan: Pesan Harmoni Wabup Sorong Ahmad Sutedjo dalam Halalbihalal di Hotel Aimas

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG- Suasana khidmat di Aimas Hotel pada Selasa (14/04/26) saat Pemerintah Kabupaten Sorong menggelar acara silaturahmi dan Halalbihalal. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tokoh masyarakat ini diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi yang menyejukkan suasana.

Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan pesan mendalam mengenai moderasi beragama dan kerukunan sosial.

Mengawali sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Sorong.

Dalam arahannya, Ahmad Sutedjo menggunakan analogi seni musik untuk menggambarkan indahnya keberagaman di Kabupaten Sorong. Beliau mengibaratkan masyarakat seperti kumpulan alat musik mulai dari gitar, drum, hingga gamelan yang memiliki bentuk, ritme, dan cara memainkan yang berbeda-beda.

“Baik musik Bali, Jawa, atau lainnya, alatnya berbeda. Ada kenong, ada gong. Cara memukulnya beda, temponya beda. Tapi apabila disatukan dengan harmoni, maka akan menghasilkan suara yang merdu dan indah,” ujar Wabup Sutedjo.

Menurutnya, memaksakan satu alat musik dimainkan dengan cara alat lain hanya akan merusak keindahan. Begitu pula dengan kehidupan beragama; setiap umat harus menjalankan ibadahnya dengan baik tanpa harus saling mengganggu atau memaksakan keseragaman.

Lebih lanjut, Ahmad Sutedjo memberikan edukasi penting mengenai batasan dalam bertoleransi dengan membedakan secara tegas antara ritual dan tradisi keagamaan. Beliau menjelaskan bahwa ritual merupakan wilayah ibadah inti yang bersifat privat dan sakral, sehingga tidak boleh dicampuradukkan atau dipaksakan untuk dilakukan bersama demi menghormati keyakinan masing-masing.

Sebaliknya, tradisi keagamaan seperti Halalbihalal, pawai budaya, atau perayaan hari besar lainnya dipandang sebagai ruang publik yang inklusif. Pada ranah tradisi inilah, seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang diperbolehkan untuk bersatu, berpartisipasi, dan mempererat tali persaudaraan tanpa sekat perbedaan. “Ritual jangan dipaksakan untuk bersama, tetapi kalau tradisi mari kita bersama-sama,” tegasnya.

Menutup arahannya, Ahmad Sutedjo mengingatkan bahwa rasa nyaman, tenang, dan tenteram tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diusahakan melalui harmoni. Ia menekankan bahwa kedamaian di tengah masyarakat adalah modal utama bagi kelancaran pembangunan di Kabupaten Sorong.

Acara ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antarumat beragama dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan Kabupaten Sorong ke depan.[DA]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKP Dinas Perindagkop Kabupaten Sorong: Standar Pelayanan Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat Pemerintah, Terkini
‎Hindari Tumpang Tindih Program, Bapperida Kab.Sorong Ajak Sektor Swasta Integrasikan Dana CSR dengan Pemerintah
‎Gandeng Korporasi,Pemerintah Kabupaten Sorong Maksimalkan Otsus 1 Persen
‎Waspada Karhutla di Musim Kemarau Panjang, Pemerintah Kabupaten Sorong Tegaskan Larangan Keras Buka Lahan dengan Cara Dibakar
33 Kepala Kampung di Kabupaten Sorong Resmi Dilantik, Kadis DPMK Ingatkan Efisiensi Dana Desa dan Program Prioritas
Tindak Lanjuti Audit BPK, Pemkab Sorong dan UGM Inventarisasi Aset HPL EKs-Transmigrasi di Salawati
Dinkes dan DP3AP2KB Kabupaten Sorong Fokuskan Bulan Agustus untuk Pengukuran Stunting Serentak dan Pembagian Vitamin A di 200 Posyandu
Pemkab Sorong Genjot ‘Gerakan Ayo ke Posyandu’ Agustus: Targetkan Kunjungan Minimal 80 Persen demi Bebas Stunting

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:53

FKP Dinas Perindagkop Kabupaten Sorong: Standar Pelayanan Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat Pemerintah, Terkini

Rabu, 2 September 2026 - 19:46

‎Hindari Tumpang Tindih Program, Bapperida Kab.Sorong Ajak Sektor Swasta Integrasikan Dana CSR dengan Pemerintah

Rabu, 2 September 2026 - 10:23

‎Gandeng Korporasi,Pemerintah Kabupaten Sorong Maksimalkan Otsus 1 Persen

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:50

‎Waspada Karhutla di Musim Kemarau Panjang, Pemerintah Kabupaten Sorong Tegaskan Larangan Keras Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:21

33 Kepala Kampung di Kabupaten Sorong Resmi Dilantik, Kadis DPMK Ingatkan Efisiensi Dana Desa dan Program Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page