Sadis, Mayat Terbungkus Karung Gegerkan Warga Aimas, Ini Kata Saksi

Rabu, 18 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Bau menyengat yang tercium di semak-semak Jalan Kontener, Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Selasa sore (17/02/26), membuka tabir dugaan pembunuhan yang berlangsung senyap selama sepekan. Sekitar pukul 17.00 WIT, aparat menemukan sesosok jenazah laki-laki terbungkus karung dan tas besar, tersembunyi di balik rimbunan semak.

Korban diketahui bernama Umar Kayam Gunawan, pekerja swasta. Polisi menduga ia tewas akibat tindak kekerasan. Penemuan itu menjadi ujung dari rangkaian peristiwa yang diduga bermula di sebuah rumah kos di Jalan Gambas, Aimas, pada Sabtu malam (07/02/26).

Berdasarkan keterangan dan sumber dilapangan yang meminta identitasnya dirahasiakan, sekitar pukul 23.00 WIT korban datang ke kos tersebut dan memanggil seorang perempuan berinisial S, yang kini menjadi salah satu terduga pelaku.Selanjutnya korban diminta masuk dalam rumah kos. Tak lama berselang, terdengar teriakan minta tolong.

Diduga korban mengalami kekerasan berat di dalam kamar kos ketika lingkungan sekitar relatif sepi. Setelah itu, tubuh korban diduga dimutilasi dan dimasukkan ke dalam tas berukuran besar, lalu dibungkus dengan karung guna memudahkan pemindahan. Jenazah kemudian dibawa dan dibuang di kawasan Jalan Kontener yang kini menjadi lokasi penemuan sekaligus titik penting dalam konstruksi perkara.

Saksi juga menyebut, kedua terduga pelaku sempat menyampaikan alasan hendak ke rumah sakit saat malam kejadian perkara. Pernyataan tersebut belakangan diduga sebagai dalih untuk meninggalkan lokasi tanpa menimbulkan kecurigaan setelah melakukan eksekusi.

Kabar hilangnya Umar mulai mencuat pada Sabtu (14/02/26), ketika kerabatnya melaporkan bahwa ia tak dapat dihubungi selama hampir satu pekan.

Dari data yang dihimpun, Senin siang, (16/02/26), tim Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong bersama Unit Identifikasi (INAFIS) melakukan olah tempat kejadian perkara di kos Jalan Gambas.

Di hari yang sama, tim opsnal Resmob bergerak melakukan pengejaran hingga ke Kampung Mararol dan memperoleh informasi bahwa jasad korban diduga dibuang di sekitar Jalan Kontener.

Informasi itu terkonfirmasi sehari kemudian. Pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 17.45 WIT, jenazah ditemukan dalam kondisi terbungkus karung dan tas besar di semak-semak. Sekitar pukul 18.00 WIT, korban dievakuasi ke RS Sele Be Solu di Jalan Basuki Rahmat KM 12, Distrik Sorong Timur, untuk pemeriksaan medis.

Namun, proses autopsi belum dapat dilaksanakan karena terkendala aspek administratif dan keterbatasan tenaga ahli forensik. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa tindakan tersebut memerlukan prosedur tambahan serta dukungan teknis khusus. Aparat kemudian memberikan penjelasan resmi kepada keluarga terkait kondisi tersebut.

Sejumlah sumber menyebutkan, pihak kepolisian tengah mendalami dugaan motif persoalan utang piutang antara korban dan salah satu terduga pelaku . Seperti yang disebutkan beberapa sumber

Meski demikian, polisi belum menyampaikan keterangan resmi mengenai detail nominal maupun kronologi sengketa tersebut.

Malam harinya, situasi di Mapolres Sorong memanas. Sekitar 200 orang keluarga dan warga dari komunitas Seram mendatangi kantor polisi. Mereka menuntut kepastian hukum serta meminta agar terduga pelaku segera dihadirkan.

Aksi protes sempat diwarnai pembakaran ban di badan jalan depan Mapolres. Ketegangan berlangsung hingga lewat tengah malam. Keluarga bahkan menyatakan jenazah tidak akan dibawa ke rumah duka sebelum ada kejelasan mengenai penanganan perkara.

Setelah melalui dialog antara aparat dan perwakilan keluarga, jenazah akhirnya dibawa pada Rabu, (18/02/26) pukul 01.35 WIT untuk dimakamkan di TPU GGT, Kelurahan Malasom, Distrik Aimas. Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 02.05 WIT.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian dari sumber dilapangan menyebutkan penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing, serta kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut. [RA]

 

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Polsek Salawati Ubah Hidup Pasutri Lewat Program POLIRAN: Dari Petugas Kebersihan hingga Mandiri Berusaha Kios
‎Jadi Khatib Jumat di Malasigit, Kapolsek Klamono Tebar Pesan Persatuan dan Kerukunan
‎Memasuki Hari Ke-5 Operasi Patuh Dofior 2026, Polres Sorong Tekankan Keselamatan dan Pelayanan Humanis
‎Lewat Program Poliran, Polresta Sorong Kota Fasilitasi 12 Warga Masuk TKBM Klayum
‎“Jebakan Game Online” Mengintai Generasi Muda, Diskominstaper Kabupaten Sorong Serukan Penguatan Literasi Digital
‎Pesan Kasat Lantas AKP Jopi Kewilaa di Operasi Patuh Dofior 2026: Tertib Lalu Lintas Bukan Karena Takut Polisi Saat Bertugas
‎Implementasi “Polisi Bersama Masyarakat”, Kapolresta Sorong Kota Turun Langsung Atur Lalu Lintas
‎Operasi Patuh Dofior 2026 Resmi Digelar, Kapolres Sorong Tekankan 7 Poin Utama

Komentar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:12

‎Polsek Salawati Ubah Hidup Pasutri Lewat Program POLIRAN: Dari Petugas Kebersihan hingga Mandiri Berusaha Kios

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:15

‎Jadi Khatib Jumat di Malasigit, Kapolsek Klamono Tebar Pesan Persatuan dan Kerukunan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:15

‎Lewat Program Poliran, Polresta Sorong Kota Fasilitasi 12 Warga Masuk TKBM Klayum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:57

‎“Jebakan Game Online” Mengintai Generasi Muda, Diskominstaper Kabupaten Sorong Serukan Penguatan Literasi Digital

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:44

‎Pesan Kasat Lantas AKP Jopi Kewilaa di Operasi Patuh Dofior 2026: Tertib Lalu Lintas Bukan Karena Takut Polisi Saat Bertugas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page