PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Suasana di depan Mapolresta Sorong Kota, Senin malam ,(27/04/26), memanas. Ratusan warga dan keluarga korban pembunuhan yang menewaskan Maxi Bless mendatangi kantor polisi. Mereka menuntut aparat bergerak cepat menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kematian petugas keamanan salah satu hotel di Kota Sorong.
Di tengah kerumunan, sebuah ambulans terparkir. Di dalamnya terbujur jenazah Maxi Bless. Kehadiran mobil jenazah menjadi simbol protes keras keluarga terhadap penanganan kasus yang menewaskan Maxi Bless.
Adu mulut antara massa dan aparat tak terhindarkan.Massa yang kecewa melakukan aksi bakar ban ditengah jalan.Puluhan polisi membentuk barikade di pintu gerbang Mapolresta untuk menahan laju massa yang terus merangsek. Ketegangan meningkat ketika sebagian warga mencoba mendekat, menuntut bertemu langsung dengan pimpinan kepolisian.
Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Sejumlah warga memilih mencari jalan alternatif untuk menghindari kerumunan.
“Kami butuh kepastian, bukan sekadar janji,” teriak salah satu kerabat korban.
Negosiasi berlangsung alot. Massa mendesak penjelasan konkret mengenai perkembangan penyelidikan. Mereka menuntut aparat segera mengungkap dan menangkap pelaku.
Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan, turun langsung menemui massa. Ia berupaya meredam emosi keluarga dengan pendekatan persuasif, sembari menenangkan massa.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di pelataran Mapolresta. Mereka menunggu kepastian,siapa pelaku di balik tewasnya Maxi Bless.Bagi keluarga, membawa jenazah ke kantor polisi adalah langkah terakhir sebuah desakan agar kasus ini segera menemukan titik terang.(RA)











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.