Papua Barat Daya Online News, SORONG-Anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya dari Fraksi Partai Golkar, Robert Joppy Kardinal, S.AB, menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada puluhan kelompok tani di Kabupaten Sorong. Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Jati-Jati Cottages, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (02/06/2026).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mendorong mekanisasi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus menjawab tantangan besar yang membayangi sektor agraris di wilayah tersebut krisis regenerasi petani.
Hadir dalam kegiatan tetersebut Anggota DPRD Kabupaten Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya dari Fraksi partai Golkar dan Juga Wakil Bupati Sorong Ahmad Sutedjo yang turut memberikan apresiasi tinggi atas komitmen dan kawalan politik Robert Joppy Kardinal di pusat yang berhasil membawa bantuan konkret ke daerah. Namun, di sela-sela apresiasinya, Ahmad Sutedjo menyelipkan pesan moril yang menohok terkait realitas di sektor pertanian saat ini.

Ia menyoroti tren mengkhawatirkan di mana generasi muda hari ini cenderung enggan melirik sektor pertanian sebagai mata pencaharian. Pertanian seringkali masih dicap sebagai pekerjaan yang kotor, melelahkan, dan tidak menjanjikan secara finansial. Padahal, menurutnya, wajah pertanian modern sudah jauh berubah.
Dengan sentuhan inovasi teknologi dan pemanfaatan pasar digital (e-commerce), sektor ini justru menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Jika dikelola dengan manajemen yang baik, pendapatan seorang petani modern terbukti mampu melampaui standar gaji rata-rata pegawai kantoran atau aparatur sipil negara. Ahmad Sutedjo menegaskan, estafet pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Sorong berada di tangan generasi muda, dan regenerasi ini tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Menyikapi minimnya minat anak muda di dunia pertanian, Robert Joppy Kardinal langsung pasang badan. Legislator senior Partai Golkar ini menegaskan bahwa bantuan Alsintan yang dikucurkannya justru menjadi jembatan untuk mengubah stigma kuno tersebut. Mekanisasi adalah kunci agar sektor pertanian terlihat menarik, efisien, dan memiliki nilai ekonomis tinggi di mata milenial dan Gen Z.
”Kita tidak bisa menyalahkan anak muda jika mereka enggan turun ke sawah, kalau cara yang kita tawarkan masih cara-cara tradisional yang melelahkan. Kehadiran Alsintan modern ini adalah jawaban. Kita ingin menunjukkan bahwa bertani hari ini itu keren, efektif, dan yang paling penting menghasilkan cuan (keuntungan) yang jelas.
Regenerasi petani di Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Sorong, harus kita mulai dengan mengubah cara kerja dari otot ke teknologi,” ujar Robert Joppy Kardinal tegas.
Bantuan yang digelontorkan melalui program Aspirasi Robert Joppy Kardinal (RJK) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sorong terbilang sangat masif, mencakup sektor pertanian tanaman pangan, peternakan, hingga perikanan. Berikut adalah rincian lengkapnya.

Sektor Pertanian & Peternakan:
1.Traktor Roda Empat: 6 kelompok/unit
2. Traktor Roda Dua: 8 kelompok/unit
3. Rice Transplanter (Mesin Tanam Padi): 8 kelompok/unit
4.Power Thresher (Mesin Perontok Padi): 5 unit
5. Pompa Air Serbaguna: 20 kelompok/unit
6.Handsprayer: 60 unit
7.Irigasi Perpompaan: 10 kelompok
8.Irigasi Perpipaan: 5 kelompok
9.Jalan Usaha Tani (JUT): 7 kelompok
10.Pekarangan Bergizi: 5 kelompok
11.Ayam Petelur: 4 kelompok
12.Benih Unggul: Bantuan benih padi sawah dan benih jagung hybrida
Sektor Perikanan:
1.Bioflok (Budidaya Perikanan modern): 2 kelompok
2.Premi Asuransi Nelayan: (Dalam proses / On Process)
3.Bibit Ikan (Air Tawar, Payau, dan Asin): (Dalam proses / On Process)
Selain menyerahkan bantuan fisik tersebut, Robert Kardinal juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerap berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan oleh para ketua kelompok tani. Masalah klasik seperti kelangkaan pupuk, keterbatasan bibit unggul, hingga sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan dan petani kecil menjadi catatan utama yang dibawa pulang ke Senayan.
Untuk menyelesaikan hal tersebut, Robert menyatakan tidak bisa bergerak sendiri. Ia memastikan akan segera membangun sinergitas yang kuat dan terarah dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong serta kelembagaan terkait di tingkat pusat maupun provinsi.
”Bantuan mesin ini tidak akan berdampak maksimal jika petani kita masih kesulitan mendapatkan bibit yang bagus dan pupuk yang tepat waktu. Saya akan mengawal ini secara lintas sektoral,” jelas Robert.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti regulasi perolehan BBM bersubsidi yang selama ini sering mengikat dan menyulitkan para nelayan serta petani kecil dalam mengoperasikan alat produksi mereka.
Robert berjanji akan mendesak pihak otoritas terkait untuk merumuskan regulasi yang lebih berpihak dan memberikan kemudahan akses bagi para pelaku usaha kecil di sektor primer ini, agar roda perekonomian di beranda Papua Barat Daya dapat berputar lebih cepat.[RA]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.