Papua Barat Daya Online News,SORONG-Pemerintah Kabupaten Sorong terus mempercepat langkah taktis dalam menekan angka stunting melalui penguatan kualitas gizi masyarakat di tingkat perkampungan. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Fasilitas Pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas yang dipusatkan di Kampung Wen, Kabupaten Sorong, Selasa (30/6/2026).

Sebelum program resmi dibuka, dalam pemaparannya dijelaskan bahwa keberadaan DASHAT di tingkat kampung memiliki manfaat yang sangat krusial. Program ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan penyediaan pangan sehat bernutrisi seimbang dengan memaksimalkan potensi komoditas pangan lokal yang murah dan mudah dijangkau. Melalui pemenuhan gizi yang tepat, DASHAT bermanfaat langsung dalam memperbaiki status nutrisi anak-anak, memutus rantai stunting sejak dini, serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan strategis berskala daerah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sorong, Ferry Fatem.

“Keberadaan program DASHAT di Kampung Wen ini sangat krusial sebagai pusat edukasi pangan sehat berbasis komoditas lokal. Kami ingin memastikan setiap keluarga, terutama para ibu, memiliki pemahaman yang baik dalam memenuhi gizi anak-anak mereka agar kita bisa bersama-sama memutus mata rantai stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga secara berkelanjutan langsung dari tingkat kampung,” ujar Ferry Fatem saat memberikan sambutan pembukaan.
Dalam momen intervensi langsung tersebut, Pemerintah Kabupaten Sorong juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial berupa paket nutrisi darurat secara simbolis. Bantuan yang diserahkan meliputi paket susu khusus formula pertumbuhan serta telur segar yang disasarkan secara spesifik kepada anak-anak yang terindikasi mengalami gizi buruk di wilayah Kampung Wen.
Sebagai langkah keberlanjutan, peluncuran program ini langsung dirangkai dengan agenda pelatihan pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) serta variasi makanan tambahan. Pelatihan praktis ini diikuti secara antusias oleh para kader posyandu dari berbagai pos sektor di Kampung Wen.
Pemerintah daerah berharap besar agar keterampilan pengelolaan pangan sehat ini tidak hanya berhenti di ruang simulasi saja. Para kader dituntut mampu mengimplementasikan serta menularkan pengetahuan tersebut secara nyata kepada masyarakat luas, khususnya bagi para ibu hamil dan ibu menyusui yang berada pada fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode emas ini menjadi penentu utama dalam mencegah terjadinya gagal tumbuh (stunting) pada anak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerakan DP2KBP3A Kabupaten Sorong, Jeni Pendek, turun langsung memberikan penjabaran teknis mengenai tujuan utama dari demonstrasi pengolahan makanan tambahan tersebut.
“Secara teknis, tujuan utama dari demonstrasi pengolahan makanan ini adalah mengedukasi para kader mengenai kombinasi gizi makro dan mikro yang seimbang. Kita mengajarkan bagaimana mengolah bahan pangan lokal agar kandungan nutrisinya tidak hilang saat dimasak, sekaligus menyajikan menu yang bervariasi namun tetap ekonomis agar bisa langsung dipraktikkan di rumah, terutama pada fase 1000 Hari Pertama Kehidupan anak,” terang Jeni Pendek secara detail di lokasi kegiatan.

Melalui sinergi teknis dan intervensi gizi berbasis komunitas lewat Dapur Sehat ini, Pemkab Sorong optimistis tingkat prevalensi stunting di wilayah Kampung Keluarga Berkualitas Kampung Wen dapat ditekan secara signifikan dan melahirkan generasi baru Papua yang sehat dan tangguh. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.