PapuaBaratDayaNewsOnline, SORONG-Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong menyeret nama aparat kepolisian. Polda Papua Barat Daya membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan oknum anggota Polri dalam distribusi BBM ilegal.
Langkah ini menyusul penangkapan seorang terduga pelaku berinisial A di gudang PT Salawati Motor oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Penangkapan tersebut memunculkan indikasi adanya jaringan yang melibatkan aparat.
Irwasda Polda Papua Barat Daya, Komisaris Besar Fernando Sanches Napitupulu, mengatakan tim gabungan yang melibatkan Inspektorat Pengawasan Daerah dan Bidang Profesi dan Pengamanan dibentuk atas instruksi pimpinan. “Kami merespons cepat setelah isu ini berkembang,” ujarnya, Kamis,(23/04/26)
Polisi telah memeriksa sedikitnya 10 anggota yang diduga terkait. Dua di antaranya berpangkat perwira menengah berinisial AS dan EP. Keduanya diduga berperan dalam praktik penimbunan BBM.
Menurut Sanches, penyidik telah mengantongi bukti awal, namun pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan konstruksi perkara. “Setiap keterangan kami dalami secara komprehensif,” kata dia.
Ia menegaskan, jika terbukti bersalah, para oknum akan diproses secara etik maupun pidana. Kasus ini menjadi sorotan karena berdampak pada distribusi BBM di Sorong. Publik menunggu transparansi aparat dalam menuntaskan perkara tersebut. [RA]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.