Papua Barat Daya Online News, SORONG-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Ronney Kalesaran, mengungkapkan bahwa perkembangan kasus malaria di wilayah Kabupaten Sorong saat ini berada pada kondisi stagnan. Meski tidak mengalami kenaikan signifikan, penemuan kasus baru dilaporkan masih terus terjadi.
”Sekarang kondisi kasus agak stagnan, tetapi penemuannya masih tetap ada. Penularannya tersebar di daerah perkotaan hingga beberapa lokus yang selama ini menjadi wilayah persebaran malaria,” ujar dr. Ronney Kalesaran.Kamis (06/08/26)
Menurut dr. Ronney, sebagian besar penemuan saat ini merupakan kasus impor atau kasus yang dibawa dari luar daerah. Namun, risiko penularan lokal tetap tinggi apabila vektor nyamuk Anopheles masih berkembang biak di sekitar pemukiman warga.
”Jika di suatu daerah tidak ada nyamuk Anopheles yang menjadi vektor penularan, maka walau ada kasus masuk, penyakit ini tidak akan menyebar. Sebaliknya, jika ada penderita positif lalu digigit nyamuk Anopheles, nyamuk tersebut akan menularkan malaria ke warga sehat di sekitarnya,” jelasnya.
Untuk menekan risiko tersebut, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perindukan nyamuk.
Guna memutus rantai penularan malaria secara efektif, Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong mengoptimalkan pelayanan kesehatan, edukasi publik, serta tindakan Penyelidikan Epidemiologi (PE).
Melalui metode PE, petugas akan melacak riwayat mobilitas pasien untuk mengetahui dari mana asal penularan dan siapa saja orang yang berinteraksi dengan pasien selama 2 hingga 3 minggu terakhir. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi penularan sejak dini.
”Dalam program pengendalian malaria, jika ditemukan satu kasus positif, tim akan melakukan sweeping pemeriksaan dalam radius sekitar 200 meter dari rumah pasien untuk menyisir potensi kontak erat,” tambah dr. Ronney. [AR]












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.