Papua Barat Daya Online News, KOTA SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memperkuat kerja sama dengan Inggris dalam konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.
Komitmen itu mengemuka dalam makan malam diplomatik bertajuk UK-Indonesia: A Great Partnership yang digelar di DKV Infinity Cafe, Kampung Baru, Kota Sorong.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO, OBE, hadir dalam pertemuan tersebut. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya diwakili sejumlah pejabat, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Julian Kelly Kambu, Kepala Dinas Kehutanan Johni Way, dan Kepala Dinas Koperindag dan UKM Sellvyana Sangkek.
Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda diplomatik. Para pihak membahas peluang kolaborasi konkret untuk menjaga sumber daya alam hayati Papua Barat Daya sekaligus memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi dari upaya konservasi.
Salah satu perhatian utama adalah perlindungan biodiversitas endemik Papua. Kasuari, burung cenderawasih, penyu belimbing, hingga ekosistem terumbu karang menjadi bagian dari pembahasan mengenai strategi konservasi di wilayah tersebut.
Bagi Papua Barat Daya, kekayaan hayati bukan hanya aset ekologis. Potensi itu juga dapat menjadi fondasi ekonomi hijau melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan.
Kehadiran Dinas Koperindag dan UKM dalam forum tersebut memperlihatkan pentingnya menghubungkan agenda konservasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Prinsipnya, perlindungan alam tidak berhenti pada larangan mengeksploitasi sumber daya, tetapi harus membuka alternatif penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan penegakan hukum dan riset ilmiah. Aparat penegak hukum, akademisi, peneliti, serta pemerintah daerah didorong membangun kerja bersama berbasis data untuk mencegah dan menangani kejahatan lingkungan.
Papua Barat Daya memiliki kawasan dengan nilai ekologis tinggi, termasuk bentang alam pesisir, laut, hutan, dan habitat berbagai spesies endemik. Tekanan terhadap sumber daya tersebut membuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara menjadi penting.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu juga bertukar cenderamata dengan Dominic Jermey. Salah satu cenderamata berupa tas kain bergambar The Dazzling Bird of Paradise, yang merepresentasikan kekayaan fauna Papua.
Para peserta kemudian berfoto bersama dengan memperagakan gestur tangan khas Papua sebagai simbol persahabatan.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari semangat kemitraan Inggris dan Indonesia yang mengusung agenda People, Planet, Prosperity, Peace. Bagi Papua Barat Daya, dukungan mitra internasional diharapkan dapat memperkuat posisi konservasi sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.
Tantangannya adalah memastikan agenda perlindungan alam tidak berjalan terpisah dari kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah dituntut membangun keseimbangan antara menjaga ekosistem, mengembangkan ekonomi lokal, dan mempertahankan budaya masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Papua Barat Daya berpeluang mengembangkan model pembangunan yang menempatkan alam dan masyarakat sebagai dua kepentingan yang saling menguatkan.[AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.