PapuaBaratDayaOnlineNews, KOTA SORONG- Dewan Pimpinan Daerah Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Barat Daya mengecam keras aksi pembunuhan terhadap dua tenaga kesehatan yang terjadi di Kabupaten Tambrauw. Peristiwa tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap keamanan sekaligus menghambat pelayanan publik di wilayah tersebut.
Wakil Ketua DPD BMP Papua Barat Daya, Joas Saflenbolo, menyatakan tindakan kekerasan terhadap tenaga medis tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Ia menyoroti insiden yang menewaskan Yeremia Lobo dan Edwin di Kampung Jokbe, Distrik Bamusbama, saat keduanya tengah menjalankan tugas pelayanan di RS Pratama Fef.
“Kami mengecam keras tindakan keji ini. Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, sehingga kekerasan terhadap mereka merupakan pelanggaran serius,” ujar Joas dalam keterangannya,Rabu (18/03/26)
Selain menyampaikan kecaman, Joas juga mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menilai peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan duka, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan serta menghambat pembangunan di Papua Barat Daya, khususnya di sektor layanan kesehatan.
BMP Papua Barat Daya, kata dia, mendukung penuh langkah aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini. Penegakan hukum diminta dilakukan secara tegas, terukur, dan profesional guna memastikan para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Penindakan harus dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata dia.
Joas juga mengimbau masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan pemuda di Distrik Bamusbama dan sekitarnya, agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan turut berperan aktif dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Menurutnya, masyarakat dapat membantu aparat dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Dalam penegasannya, Joas menekankan bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog serta memperkuat solidaritas sosial demi menjaga kedamaian dan mendukung pembangunan di Papua Barat Daya.
“Semua pihak harus bersatu menjaga keamanan dan kedamaian demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.











