PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Aksi kekerasan yang diduga dilakukan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) kembali menuai kecaman. Kali ini datang dari Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Sorong setelah seorang perempuan asli Papua yang bekerja sebagai pegawai honorer Pemerintah Kabupaten Tambrauw ditembak hingga meninggal.
Ketua BMP Kabupaten Sorong, Librek Imlawal, menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan keji yang melukai rasa kemanusiaan masyarakat Papua. Ia menegaskan korban merupakan warga sipil yang tidak terlibat dalam aktivitas atau kelompok apa pun.
“Kami dari Barisan Merah Putih Republik Indonesia Kabupaten Sorong mengecam keras perbuatan KSTP kepada saudari kami, anak Papua, yang merupakan pegawai honorer Pemda Kabupaten Tambrauw. Perbuatan tersebut tidak berprinsip kemanusiaan dan sangat melukai hati kami anak-anak Papua, karena korban adalah warga sipil yang tidak terlibat dalam kelompok apa pun,” kata Librek dalam keterangannya,Kamis (12/03/26)
Menurut Librek, tindakan kekerasan terhadap warga sipil justru bertentangan dengan nilai-nilai adat masyarakat Papua yang menjunjung tinggi kehidupan dan perdamaian. Ia menilai aksi penembakan tersebut tidak mencerminkan jati diri masyarakat Papua yang menghormati kemanusiaan.
“Sebagai sesama anak Papua, perbuatan tersebut adalah tindakan yang sangat kejam dan tidak sesuai dengan nilai-nilai perikemanusiaan maupun nilai-nilai adat Papua,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekerasan yang menyasar masyarakat sipil hanya akan memperdalam luka sosial di Tanah Papua. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terpancing emosi maupun provokasi yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
BMP Kabupaten Sorong juga mengajak masyarakat di wilayah Papua Barat Daya tetap menjaga kedamaian serta mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya agar tidak terprovokasi, tetap menjaga keamanan di wilayah masing-masing, serta bekerja sama dengan pemerintah dan aparat keamanan sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif,” kata Librek.
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tragis tersebut.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan dan menerima saudari kami di sisi-Nya. Papua adalah tanah damai,” ujarnya.
Peristiwa penembakan terhadap pegawai honorer Pemkab Tambrauw tersebut kembali menambah daftar kekerasan yang menimpa warga sipil di wilayah pedalaman Papua. Berbagai kalangan masyarakat sipil pun mendesak agar kekerasan terhadap warga tak bersenjata segera dihentikan.[RA]











