Papua Barat Daya Online News,KOTA SORONG-Aksi kemanusiaan yang nyata kembali ditunjukkan oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Sorong. Pada Rabu sore (8/7/26), organisasi sosial kemasyarakatan ini secara resmi menyalurkan bantuan paket sembako dalam jumlah besar kepada 145 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban terdampak kebakaran hebat di Klademak Pantai, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Penyerahan bantuan dipusatkan secara simbolis oleh Ketua BPD KKSS Kota Sorong, H. Firman Baco, bertempat di Sekretariat KKSS Kota Sorong, Jalan Jenderal Sudirman.
Sebelum proses distribusi dimulai, Koordinator Bidang Sosial Tanggap Bencana KKSS Kota Sorong, Kosman, memberikan penjelasan detail mengenai mekanisme pembagian agar berjalan tertib. Dengan dibantu Ketua KPM Bone Kota Sorong, Nuryadi, serta jajaran pengurus lainnya, warga silih berganti menukarkan kupon yang telah dibagikan sebelumnya untuk mendapatkan hak mereka.
Bantuan yang disiapkan KKSS kali ini terbilang sangat “melimpah”. Setiap kepala keluarga menerima paket komplit yang terdiri dari 15 kilogram beras, 15 butir telur, satu karton mi instan, satu karton air mineral, serta satu kantong plastik besar berisi aneka kebutuhan pokok lainnya.
Banyaknya muatan logistik yang diterima bahkan sempat membuat sejumlah warga kewalahan untuk mengangkatnya sendiri, sehingga harus dibantu oleh kerabat maupun sesama tetangga.

Suasana kebersamaan begitu kental terasa di lokasi. Anggota DPR Kota Sorong yang juga pengurus KKSS, Nuryadi Abot, bahkan turun tangan langsung menyapa warga dan membantu mengangkut barang. Melihat banyak warga yang kebingungan membawa pulang paket sembako yang menumpuk, Ketua KKSS Kota Sorong, H. Firman Baco, langsung berinisiatif mengerahkan armada mobil pick-up pribadinya untuk mengantar logistik tersebut langsung menuju Klademak Pantai.
Kepada media, H. Firman Baco menegaskan bahwa bantuan ini merupakan akumulasi donasi yang mengalir ke Posko Bantuan Korban Kebakaran di Sekretariat BPD KKSS, yang dibuka tepat sehari setelah petaka kebakaran melanda pada 24 Juni 2026 dini hari lalu.
Ia menggarisbawahi bahwa posko ini bergerak atas dasar kemanusiaan universal tanpa memandang latar belakang suku atau golongan.
”Posko KKSS yang kami dirikan ini terbuka untuk semua warga, bukan khusus untuk warga KKSS saja. Di sini kami berlaku adil. Niat para penyumbang adalah membantu korban kebakaran di Klademak Pantai. Jadi, kami di pengurus BPD KKSS, terutama di bidang tanggap darurat bencana, bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan,” ujar Firman Baco tegas.
Ia mengakui bahwa sejak posko dibuka, gelombang kepedulian dari berbagai pilar KKSS terus mengalir tanpa henti. Salah satunya datang dari KPM Bone Provinsi Papua Barat Daya yang menyumbangkan donasi tunai sebesar Rp 8.000.000 pada 1 Juli lalu. Firman menyebut, meski sekitar 80 persen korban kebakaran merupakan warga keturunan Sulawesi Selatan, akurasi data penerima tetap mencakup seluruh warga terdampak tanpa terkecuali.
Aksi tanggap darurat ini dinilai sangat krusial mengingat Pemerintah Kota Sorong baru saja mencabut status tanggap darurat bencana kebakaran. Konsekuensinya, tenda-tenda pengungsian di lapangan mulai dibongkar dan memaksa warga mencari tempat bernaung sementara di rumah-rumah kerabat. Firman Baco sendiri mengaku ikut menampung beberapa keluarga besarnya yang kehilangan tempat tinggal di kediaman pribadinya.
Melihat antusiasme luar biasa dari ibu-ibu pengajian dan relawan yang menyalurkan bantuan, Firman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim tanggap darurat KKSS yang telah mengorbankan waktu, tenaga, hingga materi. Ia berjanji akan terus memantau proses distribusi setiap hari demi memastikan amanah para donatur jatuh ke tangan yang benar-benar berhak.
Rasa syukur mendalam pun terpancar dari wajah para pengungsi. Mama Miriam Yennu, salah satu warga terdampak, mengaku sangat terbantu dengan kepedulian yang ditunjukkan oleh KKSS Kota Sorong. Menurutnya, paket sembako yang melimpah ini sangat menyambung napas dapur mereka di tengah situasi sulit pasca-bencana.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalannya penyaluran bantuan berlangsung sangat humanis dan tertib. Pengurus secara khusus memberikan prioritas utama kepada ibu hamil agar mendapatkan giliran lebih awal tanpa harus mengantre lama.
Langkah taktis KKSS Kota Sorong ini menjadi bantalan sosial yang krusial di saat pelayanan pemda di lokasi pengungsian seperti dapur umum, pos kesehatan, dan sanitasi resmi dihentikan menyusul berakhirnya masa tanggap darurat selama 14 hari. Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah kini tengah mengalihkan fokus pada tahap transisi menuju pemulihan, melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Klademak Pantai.[CR-14]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.