Tak Ada Ruang bagi Teror di Tambrauw, Negara Tegaskan Jaminan Keselamatan Warga

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews, FEF-Eskalasi kekerasan yang menyasar warga sipil di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, mendorong negara mengambil sikap tegas tanpa kompromi. Aparat keamanan menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku teror, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam menjamin keselamatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, saat meninjau langsung Distrik Bamusbama bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu,(18/03/26) Kunjungan ini menjadi respons cepat atas meningkatnya serangan yang memicu keresahan luas.

“Tidak ada toleransi bagi para pelaku teror di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Tambrauw,” ujar Semmy.

Ia menegaskan, negara tidak boleh kalah oleh aksi kekerasan. Aparat, kata dia, akan bertindak tegas terhadap pelaku, sembari tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap operasi.

Data aparat menunjukkan sedikitnya tiga orang tewas dalam rangkaian insiden beberapa pekan terakhir. Salah satu korban adalah Abraham Franklin Delano Kambu (22) tenaga honorer Sekretariat Daerah Tambrauw, yang ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang sejak 8 Maret 2026.

Serangan berikutnya terjadi pada 16 Maret 2026, ketika empat warga sipil diserang dalam perjalanan menuju Sorong. Dua di antaranya meninggal dunia, yakni tenaga kesehatan Yermia Lobo dan Yohanes Edwintus Bido, pemuda asal Ende, Nusa Tenggara Timur. Dua korban lainnya selamat dan masih menjalani perawatan medis.

Rangkaian kekerasan tersebut mempertegas urgensi kehadiran negara di wilayah rawan konflik. Semmy mengatakan stabilitas keamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Peran tokoh adat, tokoh agama, pemerintah setempat, serta partisipasi aktif warga dalam deteksi dini sangat penting untuk mencegah aksi kekerasan,” katanya.

Ia juga memerintahkan jajaran kepolisian di Tambrauw untuk meningkatkan patroli, memperkuat deteksi dini, dan melakukan penegakan hukum secara tegas namun terukur. Sinergi dengan TNI dan pemerintah daerah, kata dia, menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil. “Keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Setiap tindakan teror harus ditangani secara tegas, terukur, dan tetap menjunjung hukum serta hak asasi manusia,” ujarnya.

Pemerintah daerah, kata Elisa, telah mengambil langkah cepat dengan melakukan pendataan korban, menyediakan layanan medis dan psikologis, serta menyalurkan bantuan sosial. Pelayanan publik juga dipastikan tetap berjalan guna mencegah kepanikan di tengah masyarakat.

Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama memastikan kondisi keamanan pascakejadian relatif terkendali, meskipun kewaspadaan tetap ditingkatkan. Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.

Saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Penanganan dilakukan secara profesional dan terukur, sebagai bagian dari komitmen negara dalam melindungi warganya.

Kunjungan langsung pimpinan daerah dan aparat keamanan ke Tambrauw menegaskan bahwa kehadiran negara bukan sekadar simbol. Di tengah situasi yang sempat memanas, kombinasi penegakan hukum yang tegas dan pendekatan humanis diharapkan mampu memulihkan rasa aman masyarakat serta memastikan tidak ada ruang bagi teror di Papua Barat Daya.[RA/**]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mabuk dan Bobol Rumah Warga, Pemuda 18 Tahun Diciduk Polres Sorong Usai Perkosa Wanita 54 Tahun ‎
Saat Sosialisasi Karhutla Tak Lagi Digubris, Kapolres Sorong Siap Terapkan Jerat Hukum Tegas
Polres Sorong Bersama Forkopimda Ambil Sikap Tegas Fokus Bentuk Satgas Penanggulangan Karhutla
Bapak Biadab! Pengaruh Miras dan Cemburu Buta, Pria di Sorong Aniaya Istri hingga Bayi 4 Bulan Tewas Kena Hantaman Kayu
Sertijab di Mabes Polri, Brigjen Pol Hengki Haryadi Resmi Emban Jabatan Kapolda Papua Barat Daya
Bejat! Terobos Kamar dan Perkosa Korban, Remaja 17 Tahun di Sorong Diringkus Tim Resmob Polres Sorong
Ratusan Warga Maybrat Lakukan Aksi, Kapolda PBD Pastikan Kasus Penyerangan 3 Warga Diusut Tuntas
Rampung Tugas di Aimas, AKP Jopi Kewilaa Siap Pengawalan Lalu Lintas di Wilayah Kota Sorong

Komentar

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:46

Mabuk dan Bobol Rumah Warga, Pemuda 18 Tahun Diciduk Polres Sorong Usai Perkosa Wanita 54 Tahun ‎

Selasa, 8 September 2026 - 16:09

Saat Sosialisasi Karhutla Tak Lagi Digubris, Kapolres Sorong Siap Terapkan Jerat Hukum Tegas

Selasa, 8 September 2026 - 15:38

Polres Sorong Bersama Forkopimda Ambil Sikap Tegas Fokus Bentuk Satgas Penanggulangan Karhutla

Minggu, 6 September 2026 - 13:51

Bapak Biadab! Pengaruh Miras dan Cemburu Buta, Pria di Sorong Aniaya Istri hingga Bayi 4 Bulan Tewas Kena Hantaman Kayu

Rabu, 2 September 2026 - 20:27

Sertijab di Mabes Polri, Brigjen Pol Hengki Haryadi Resmi Emban Jabatan Kapolda Papua Barat Daya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page