Papua Barat Daya Online News,SORONG-Gelaran Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sorong berlangsung dengan sangat meriah dan penuh antusiasme.
Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute pawai dari LPTQ hingga Finish di alun-alun Aimas terlebih warga yang turut menyaksikan ragam kekayaan seni dan budaya Nusantara. Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian publik adalah keikutsertaan kontingen Keluarga Besar Suku Imekko Kabupaten Sorong yang tampil membawakan Tarian Adat Lao-Lao sebuah tarian sakral dan sarat makna filosofis perjuangan.

Dipimpin langsung oleh Kepala Suku Imekko Kabupaten Sorong, Marthen Nebore, kontingen Suku Imekko tampil energik dan penuh khidmat sepanjang rute karnaval. Balutan busana adat khas, hiasan bulu kasuari, serta tabuhan tifa yang berirama konstan mengiringi setiap langkah para penari yang membawakan Tarian Adat Lao-Lao.
Tarian Lao-Lao bukan sekadar pertunjukan seni tari biasa, melainkan media penyampaian pesan budaya yang sangat mendalam bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Papua Barat Daya. Secara turun-temurun, tarian ini melambangkan keberanian, ketangguhan, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan zaman.
Pesan budaya paling mendalam yang dipancarkan melalui Tarian Lao-Lao adalah seruan untuk terus berjuang ke arah yang lebih baik. Gerakan tari yang tegas dan ritmis memvisualisasikan kegigihan leluhur dalam mengarungi dinamika kehidupan.
Dalam konteks pembangunan saat ini, nilai tersebut diterjemahkan sebagai dorongan bagi seluruh masyarakat Suku Imekko untuk tidak pernah berpuas diri, terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menuntut ilmu, dan mengusahakan peningkatan kesejahteraan hidup keluarga serta komunitas. Selain itu, tarian ini juga menjadi simbol pengokoh persatuan dan solidaritas antar-warga Imekko agar tetap harmonis dan berkontribusi aktif bagi daerah.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Suku Imekko Kabupaten Sorong, Marthen Nebore, menegaskan pentingnya momentum kemerdekaan sebagai pemicu kebangkitan masyarakat adat. Beliau menyampaikan pesan moral yang mendalam kepada seluruh warga Imekko.
”Keikutsertaan Keluarga Besar Imekko dalam karnaval budaya ini adalah bukti rasa syukur kita atas Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui Tarian Lao-Lao, kami ingin menyampaikan pesan budaya yang sangat mendalam: bahwa Suku Imekko tidak boleh tinggal diam. Kita harus terus berjuang ke arah yang lebih baik, membangun SDM yang handal, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Sorong ini. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja keras dan perbaikan kualitas hidup.” Pungkas Marthen Nebore.Sabtu (15/08/26)

Karnaval budaya ini juga menjadi wadah penting dalam mengobati rasa rindu masyarakat akan hiburan rakyat yang edukatif pasca-pandemi. Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, yang hadir langsung melepas dan menyaksikan barisan karnaval menyambut hangat antusiasme seluruh elemen masyarakat dan paguyuban suku yang berpartisipasi.
Dalam moment ini Wakil Bupati Sorong Ahmad Sutedjo menuturkan peserta yang ikut ada 75 tim SD 21, SMP 8, SMA 8, umum ada 35.Ia menjelaskan hingga akhir kegiatan berjalan dengan baik dan penuh khidmat.
” Ya, untuk karnaval kali ini memang sangat antusias sekali masyarakat, karena sejak COVID sejak COVID kemarin tidak ada karnaval. Ini adalah hari kemerdekaan, jadi memberikan hiburan kepada masyarakat dan juga ikut peran serta masyarakat dalam rangka kemerdekaan ini. Maka kami adakan karnaval yang murah meriah, namun mungkin panitia banyak kekurangan, hal ini mungkin disempurnakan untuk tahun-tahun depan” Ucap Wakil Bupati Sorong.
Keberhasilan penyelenggaraan karnaval yang melibatkan 75 grup peserta dari jenjang sekolah hingga kategori umum ini membuktikan bahwa semangat nasionalisme dan keberagaman budaya di Kabupaten Sorong terjalin sangat erat. Penampilan Suku Imekko dengan Tarian Lao-Lao menjadi salah satu bukti nyata betapa kekayaan adat lokal mampu memperkaya makna kemerdekaan Indonesia di Tanah Papua.
Diharapkan, pesan perjuangan menuju arah yang lebih baik yang diusung oleh Suku Imekko dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sorong untuk terus bergandengan tangan, menjaga kedamaian, serta menyukseskan berbagai program pembangunan daerah di masa yang akan datang. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.