PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Pemerintah Kabupaten Sorong bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar minyak tanah di Alun-Alun Aimas, Sabtu,(14/03/27) Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi rumah tangga sekaligus menekan potensi kelangkaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam operasi pasar tersebut, sebanyak 5.000 liter minyak tanah didistribusikan kepada masyarakat di Alun-Alun Aimas. Sementara 5.000 liter lainnya disalurkan di kawasan Perumahan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong. Pembelian dibatasi maksimal 20 liter per keluarga agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama masyarakat Kabupaten Sorong.
Kegiatan ini diawasi langsung oleh Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong, Sutardjo Pongtuluran, bersama Kepala UPTD Pasar Bagus Handoko. Distribusi minyak tanah dilakukan melalui agen PT Cinta Damai Bersama yang diwakili Fikri Rosyadi.

Sales Branch Manager Papua Barat I PT Pertamina Patra Niaga, Yunus Muharrahman, mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari kebijakan extra dropping guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi masyarakat menjelang Idul Fitri.
“Untuk hari ini di Alun-Alun Aimas, Pertamina menyalurkan melalui agen dan pangkalan sebanyak 5.000 liter. Ini merupakan extra dropping untuk menjaga kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sorong dalam rangka menyambut Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Yunus.
Ia menilai antusiasme masyarakat cukup tinggi. Menurutnya, hal itu menunjukkan minyak tanah masih menjadi kebutuhan utama bagi sebagian warga.
“Ini wujud kehadiran Pertamina sebagai BUMN untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Apalagi minyak tanah merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat, khususnya menjelang hari raya,” ujarnya.
Yunus menambahkan kuota distribusi minyak tanah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Pertamina, kata dia, bertugas menyalurkan sesuai alokasi yang telah ditentukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah.
Ia menyebut selama masa Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina menambah pasokan minyak tanah sebesar 25.000 liter untuk wilayah tersebut.
“Tambahan ini akan didistribusikan secara bertahap di beberapa tanggal sesuai koordinasi dengan pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran dapat terpenuhi,” katanya.

Sekretaris Disperindagkop UKM Kabupaten Sorong, Sutardjo Pongtuluran, mengatakan kegiatan extra dropping ini merupakan upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memperoleh minyak tanah dengan harga terjangkau.
“Extra dropping ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri. Pelaksanaannya dilakukan melalui operasi pasar di beberapa lokasi,” ujar Sutardjo.
Selain di Alun-Alun Aimas, pemerintah daerah juga merencanakan operasi pasar berikutnya pada 18 Maret 2026 di kawasan Alifasoft, Jalan Tuturuga, dengan jumlah yang sama, yakni 5.000 liter. Pada tanggal yang sama, operasi pasar juga akan digelar di Distrik Salawati.

Harga minyak tanah dalam operasi pasar tersebut dipatok Rp4.000 per liter, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Bupati Sorong.
Sutardjo mengakui distribusi minyak tanah di Kabupaten Sorong masih menghadapi tantangan, salah satunya akibat penyesuaian kuota dari BPH Migas. Meski daerah ini dikenal sebagai wilayah penghasil minyak dan gas, alokasi distribusi tetap harus mengikuti kebijakan nasional.
“Saat ini kami juga menerima banyak permohonan pembukaan pangkalan baru. Namun sementara waktu belum bisa dipenuhi karena harus menunggu alokasi kuota tambahan,” ujarnya.
Distribusi minyak tanah di Kabupaten Sorong saat ini dilayani oleh tiga agen utama, yakni PT Cita Damai Bersama, PT Bina Alam Papua, dan PT Bosana Oil Sorong. Pemerintah daerah berharap operasi pasar dan tambahan pasokan ini dapat membantu masyarakat memperoleh minyak tanah dengan mudah hingga perayaan Idul Fitri.[RA]











