Korban Mayat Terbungkus Karung di Aimas Diketahui Berkebutuhan Khusus, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati

Rabu, 18 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Keluarga korban dugaan pembunuhan sadis yang jasadnya ditemukan terbungkus karung di Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menegaskan tuntutan hukuman mati bagi pelaku. Mereka juga memastikan akan terus mengawal proses hukum hingga ke meja hijau tanpa ada ruang mediasi.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di semak-semak Jalan Kontener pada Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIT. Saat ditemukan, kedua kaki dan tangan korban terikat. Kondisi tersebut memperkuat dugaan keluarga bahwa korban dieksekusi dalam keadaan tidak berdaya.

Maulud Yapono, paman korban, menyampaikan bahwa keponakannya memiliki kekurangan fisik dan tidak dalam kondisi layaknya orang normal pada umumnya. Dengan keterbatasan itu, keluarga meyakini korban mustahil melakukan perlawanan saat kejadian.

“Dengan kondisi fisiknya, sangat tidak mungkin dia melawan. Ini tindakan yang sangat sadis terhadap orang yang punya kekurangan,” tegas Maulud.

Ia juga mengungkap dugaan motif sementara yang berkembang di internal keluarga, yakni persoalan hutang-piutang senilai 2 juta rupiah. Sebelum menuju kos-kosan, korban disebut sempat melakukan percakapan melalui pesan singkat. Selain itu, sepeda motor milik korban juga diduga dilarikan oleh pelaku dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Sebelum ke kos dia sempat chatting. Kami menduga ada kaitan dengan hutang. Motor korban juga diduga dibawa kabur,” ujarnya.

Maulud menjelaskan, dirinya yang membuat laporan orang hilang ke kantor polisi setelah sekitar sepekan tidak melihat korban. Sejak jasad ditemukan, tercatat kurang lebih sepuluh hari korban tidak bersama keluarga.

Keluarga juga menyesalkan kedua terduga pelaku yang disebut masih berstatus pelajar disalah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Sorong.

Namun menurut Maulud, usia muda tidak dapat menjadi alasan untuk menghindari hukuman berat.

“Secara mental sudah tega menghabisi nyawa orang dengan cara sadis. Jangan bersembunyi di bawah payung perlindungan anak. Hukum harus berjalan lurus,” katanya.

Dengan nada keras, Maulud menegaskan keluarga tidak membuka ruang kompromi dalam kasus ini.

“Kami akan terus kawal kasus ini sampai ke meja hijau. Tidak ada tawar-menawar. Pidana tetap pidana. Ini tentang nyawa, bukan binatang yang dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Ia kembali menegaskan tuntutan keluarga agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

“Kami minta hukuman mati,” ucapnya.

Di tengah duka mendalam, keluarga juga harus menjalani bulan suci Ramadan tanpa kehadiran korban.

“Saya akan bersedih bila suara tahmid dan takbir berkumandang, dan saya harus mengucapkan doa serta Al-Fatihah untuknya,” ujar Maulud sambil meneteskan air mata.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap para terduga pelaku. Keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, tanpa tebang pilih, hingga ke tahap persidangan di pengadilan.[RA]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Polsek Salawati Ubah Hidup Pasutri Lewat Program POLIRAN: Dari Petugas Kebersihan hingga Mandiri Berusaha Kios
‎Jadi Khatib Jumat di Malasigit, Kapolsek Klamono Tebar Pesan Persatuan dan Kerukunan
‎Memasuki Hari Ke-5 Operasi Patuh Dofior 2026, Polres Sorong Tekankan Keselamatan dan Pelayanan Humanis
‎Lewat Program Poliran, Polresta Sorong Kota Fasilitasi 12 Warga Masuk TKBM Klayum
‎“Jebakan Game Online” Mengintai Generasi Muda, Diskominstaper Kabupaten Sorong Serukan Penguatan Literasi Digital
‎Pesan Kasat Lantas AKP Jopi Kewilaa di Operasi Patuh Dofior 2026: Tertib Lalu Lintas Bukan Karena Takut Polisi Saat Bertugas
‎Implementasi “Polisi Bersama Masyarakat”, Kapolresta Sorong Kota Turun Langsung Atur Lalu Lintas
‎Operasi Patuh Dofior 2026 Resmi Digelar, Kapolres Sorong Tekankan 7 Poin Utama

Komentar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:12

‎Polsek Salawati Ubah Hidup Pasutri Lewat Program POLIRAN: Dari Petugas Kebersihan hingga Mandiri Berusaha Kios

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:15

‎Jadi Khatib Jumat di Malasigit, Kapolsek Klamono Tebar Pesan Persatuan dan Kerukunan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:15

‎Lewat Program Poliran, Polresta Sorong Kota Fasilitasi 12 Warga Masuk TKBM Klayum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:57

‎“Jebakan Game Online” Mengintai Generasi Muda, Diskominstaper Kabupaten Sorong Serukan Penguatan Literasi Digital

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:44

‎Pesan Kasat Lantas AKP Jopi Kewilaa di Operasi Patuh Dofior 2026: Tertib Lalu Lintas Bukan Karena Takut Polisi Saat Bertugas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page