Papua Barat Daya Online News, KOTA SORONG-Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya menggelar agenda silaturahmi dan dialog interaktif bersama Asosiasi Pedagang Pasar Sentral (APPS) Remu Kota Sorong di Aula Kemenag, Jalan Pahlawan, Kelurahan Remu Utara, Selasa (28/07/26).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Polri dan Pedagang Pasar Sentral Remu Mewujudkan Pasar yang Aman, Nyaman, dan Kondusif di Kota Sorong Menuju Papua Barat Daya yang Produktif” ini bertujuan untuk menyerap aspirasi pedagang sekaligus memperkuat stabilitas Kamtibmas di kawasan pusat ekonomi Kota Sorong.
Dalam dialog tersebut, Ketua APPS Remu Sorong, Ahmad Yani, menyampaikan sejumlah kondisi krusial yang tengah dihadapi sekitar 1.292 pedagang di tiga titik area Pasar Remu, mulai dari musibah kebakaran yang berulang hingga kekhawatiran terkait aspek keamanan di lokasi pasar sementara.
”Kondisi pasar saat ini cukup memprihatinkan, baik dari sisi tempat maupun keamanan. Kami memohon adanya pengamanan dan patroli rutin dari pihak kepolisian, terutama saat pemindahan ke pasar sementara nanti. Jika pasar aman, pembeli nyaman, dan pendapatan pedagang pun terjaga,” ujar Ahmad Yani.
Besar harapan dari komunitas pedagang agar proses pemindahan ke lokasi relokasi kelak tidak menimbulkan konflik baru, serta kepastian tempat berjualan dapat diberikan secara transparan melalui pemberitahuan resmi pemerintah tanpa terpengaruh isu-isu liar.

Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Perdagangan Kota Sorong melalui Kepala Seksi Produk Lokal, Zulferdy Luber, mengapresiasi langkah kolaboratif ini dan menekankan pentingnya sinergitas antara instansi pemerintah, TNI/Polri, dan komunitas pedagang. Pihaknya berharap kolaborasi ini menjadi momentum untuk menata kembali tata kelola pasar modern yang berpihak pada kesejahteraan pedagang lokal.
Dirintelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., menegaskan komitmen kepolisian dalam memetakan serta mengawal potensi gangguan keamanan di wilayah Papua Barat Daya, khususnya kejahatan konvensional seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan konflik sosial.
”Polda Papua Barat Daya ini terhitung baru hadir sekitar satu setengah tahun, sehingga kami sangat membutuhkan masukan dari seluruh elemen masyarakat. Sesuai tugas pokok kepolisian, kami bertugas menginventarisasi permasalahan di lapangan untuk kemudian berkolaborasi dengan Polresta Sorong Kota guna memberikan solusi konkret demi mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif,” tegas Kombes Pol. Angling Guntoro.
Polda Papua Barat Daya berharap momentum silaturahmi ini dapat menjadi wadah komunikasi yang terus berkelanjutan. Pihak kepolisian ingin agar masyarakat tidak ragu memberikan masukan konstruktif demi menciptakan lingkungan pasar yang benar-benar produktif dan terbebas dari ancaman kejahatan.
Menanggapi kekhawatiran para pedagang mengenai rencana relokasi ke area Jupiter yang diusahakan berjalan mulai Agustus 2026, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah solusi konkret. Polda Papua Barat Daya akan mendorong Pemerintah Daerah untuk menyiapkan Pos Polisi khusus di area pasar relokasi guna menjamin keamanan barang dagangan selama 24 jam.
Selain itu, koordinasi intensif bersama Polresta Sorong Kota terus dilakukan untuk penempatan personel dan penyiapan patroli berkala. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat pedagang untuk aktif memanfaatkan layanan panggilan darurat bebas pulsa 110 jika mendapati potensi gangguan keamanan secara mendesak.
Kegiatan silaturahmi diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan pedagang serta pembacaan deklarasi bersama oleh seluruh anggota APPS Kota Sorong.
Melalui deklarasi tersebut, para pedagang menyatakan kesiapan untuk bersinergi penuh dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Para pedagang juga menegaskan komitmen mereka untuk mendukung program Pemerintah Daerah dalam hal penataan, kebersihan, dan revitalisasi pasar demi kenyamanan bersama serta kestabilan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya.
Pemerintah Daerah dan Polda Papua Barat Daya menaruh harapan besar agar sinergi ini menjadi pijakan awal mewujudkan Kota Sorong yang aman, iklim usaha yang bergairah, serta perputaran ekonomi masyarakat lokal yang semakin sejahtera.
Rangkaian acara yang dihadiri oleh sekitar 80 perwakilan pedagang dan jajaran Intelkam Polresta Sorong Kota tersebut berlangsung lancar, tertib, dan kondusif hingga akhir kegiatan. [**/AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.