Papua Barat Daya Online News, SORONG-Sebanyak 33 peserta dari berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Sorong memamerkan kreativitas dan keanggunan busana dalam Lomba Fashion Show Wastra Batik Papua. Acara ini berlangsung dengan meriah di Gedung Aimas Convention Center (ACC), Rabu (12/08/26) sore.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sorong, Johny Kamuru, didampingi Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, beserta jajaran pejabat Pemkab Sorong.
Dalam sambutannya, Bupati Johny Kamuru mengapresiasi seluruh pihak dan peserta yang telah bekerja sama menyukseskan acara. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan momentum penting untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat.
Senada dengan Bupati, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, menyampaikan rasa apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas partisipasi aktif serta antusiasme seluruh organisasi perempuan yang terlibat.
”Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia, organisasi perempuan, serta para peserta yang telah mencurahkan ide dan semangatnya. Kegiatan ini bukan sekadar panggung busana, melainkan sarana edukasi bagi kita semua untuk terus mencintai, menjaga, dan bangga mengenakan identitas budaya kita sendiri,” ujar Junita Linda Kamuru di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Junita memberikan arahan dan wejangan agar kegiatan seperti ini terus dibina secara berkelanjutan untuk mengedukasi generasi muda.
”Saya berharap momentum ini menjadi ajang pembelajaran berkelanjutan. Mari kita terus mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak dan kaum muda, agar memahami nilai sejarah dan keindahan di balik setiap motif Wastra Batik Papua. Jadikan ini langkah nyata untuk memperkuat rasa nasionalisme sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sorong,” tambahnya.
Koordinator kegiatan, Rima Adi Bremantyo, menjelaskan bahwa perlombaan ini bertujuan mempromosikan Wastra Batik Papua agar dapat diolah menjadi busana formal yang kreatif, elegan, dan anggun tanpa menghilangkan akar budaya lokal.
”Melalui kegiatan ini diharapkan kecintaan terhadap produk lokal Papua semakin tumbuh. Penggunaan batik Papua tidak hanya dipandang sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sangat potensial dikembangkan menjadi busana untuk berbagai kegiatan formal,” jelas Rima.
Para peserta yang tampil mewakili 13 organisasi perempuan, di antaranya TP PKK, GOW, DWP, Bhayangkari, Persit KCK, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, IKAT, PWKI, Fatayat, Aisyiyah, IWKA, hingga Persekutuan Wanita GKI Klasis Aimas. Dalam ajang ini, performa peserta dinilai berdasarkan keserasian busana, kreativitas pengolahan motif, keanggunan, kepercayaan diri, serta kemampuan mempresentasikan kekayaan warisan budaya Papua. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.