‎Rico Sia Bersama Kemenekraf Genjot Lahirnya Pengusaha Kriya Baru di Sorong

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya Online News, SORONG-Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif di berbagai daerah melalui sinergi strategis bersama kementerian terkait.

‎​Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, mengungkapkan bahwa pihaknya secara aktif telah melaksanakan berbagai kegiatan workshop dan pelatihan kriya sebagai bentuk kerja sama antara Komisi VII DPR RI dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
‎
‎ Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Aquarius pada Kamis (05/11/26). Para peserta diajarkan sejumlah kerajinan tangan yang mempunyai nilai jual tinggi dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah didapat.
‎
‎​Program pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk menumbuhkan serta mencetak pengusaha-pengusaha baru, khususnya di bidang kerajinan (kriya).
‎​”Apa maksud dan tujuannya adalah kita ingin agar muncul pengusaha-pengusaha baru di bidang kerajinan tentunya,” ujar Rico Sia.
‎
‎​Menurutnya, sasaran pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi para pemula yang ingin merintis usaha, melainkan juga bagi pelaku usaha yang sudah berjalan agar dapat terus berkembang mulai dari tahap rintisan hingga menjadi usaha kriya yang mandiri.
‎
‎​Mengenai respons masyarakat, Rico menyebutkan bahwa antusiasme warga di berbagai daerah terpantau sangat tinggi dan menunjukkan respons yang baik. Perubahan perilaku ekonomi masyarakat pascapandemi COVID-19 dinilai menjadi momentum penting dalam mendorong kemandirian usaha.
‎
‎​Jika sebelumnya banyak masyarakat yang berkeinginan bergantung kepada pemerintah, kini perubahan yang terjadi karena kondisi masa lalu membuat mereka mulai beralih menggunakan inovasi, kreasi, serta ide gagasan baru sehingga tidak lagi berpikiran untuk bergantung sepenuhnya kepada pemerintah.
‎
‎​”Mereka tidak lagi berpikiran bagaimana bergantung dengan pemerintah, tetapi mereka kita ajarkan bagaimana lebih kepada menggunakan ide, gagasan, dan apa yang ada di sekeliling kita untuk menghasilkan satu kreasi ekonomi kreatif atau UMKM baru sehingga mereka bisa menyejahterakan kehidupan keluarganya,” jelas Rico.
‎
‎​Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus memperkuat ekosistem subsektor kriya di tanah air melalui pelaksanaan program Akselerasi Kriya (KRIYASI). Program ini dirancang khusus untuk mendongkrak kualitas inovasi, memperluas akses pasar, serta memberikan pendampingan sistematis bagi para perajin dan pelaku usaha lokal.
‎
‎​Subsektor kriya memegang peran strategis sebagai salah satu penggerak utama ekonomi lokal yang berkelanjutan serta penyerapan tenaga kerja yang masif. Melalui inisiatif ini, para pelaku usaha kreatif dibekali dengan peningkatan kompetensi desain yang berorientasi pasar, sekaligus mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
‎
‎​Dalam berbagai kesempatan, pihak Kementerian Ekraf senantiasa menekankan pentingnya narasi dan cerita di balik sebuah produk kriya. Sentuhan cerita tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai jual produk, sehingga para pembeli memahami makna dan proses kreatif yang terkandung di dalamnya.
‎
‎​Fokus pada Niat dan Implementasi Nyata
‎​Terkait tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor ini, Rico menilai bahwa sebenarnya tidak ada tantangan yang berarti selama para peserta memiliki niat yang kuat.
‎
‎​Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang agar peserta tidak sekadar datang, duduk, mendengar, dan kemudian pulang begitu saja. Apa yang diberikan berupa ilmu dari narasumber yang tentunya sudah profesional dapat langsung diimplementasikan melalui kegiatan serta ide-ide yang muncul dari pikiran mereka. [AR]
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Sellvyana Sangkek Jadi Satu-satunya Srikandi di Seleksi Sekda Papua Barat Daya: Siapapun yang Terpilih Adalah Putra-Putri Terbaik
‎Tak Ada Pengecualian! Polisi dan TNI Perketat Razia Anggota dalam Operasi Patuh Dofior 2026
Bangun Sinergi Pemerintah dan Swasta, Pemkab Sorong Matangkan Arah CSR 2027
‎Pemkab Sorong Bekali Nelayan Pelatihan Icebbas, Solusi Atasi Kendala Es Batu di Pesisir Papua Barat Daya
‎Pemkab Sorong Genjot Sektor Perikanan, Dinas Perikanan Gelar Pelatihan Teknis Mesin Icebbas Bagi 46 Nelayan
‎BPS Rilis Data Ekonomi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Ini Perkembangannya
‎Langkah Lintas Sektor Tim Patriot Universitas Brawijaya dan Pemerintah Putus Penularan Malaria
‎Kementerian Transmigrasi dan Universitas Brawijaya Hadirkan Solusi Air Bersih dan Kapal Fiberglass untuk Warga Sorong

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:16

‎Rico Sia Bersama Kemenekraf Genjot Lahirnya Pengusaha Kriya Baru di Sorong

Kamis, 5 November 2026 - 10:34

‎Sellvyana Sangkek Jadi Satu-satunya Srikandi di Seleksi Sekda Papua Barat Daya: Siapapun yang Terpilih Adalah Putra-Putri Terbaik

Rabu, 4 November 2026 - 17:59

‎Tak Ada Pengecualian! Polisi dan TNI Perketat Razia Anggota dalam Operasi Patuh Dofior 2026

Rabu, 4 November 2026 - 15:18

Bangun Sinergi Pemerintah dan Swasta, Pemkab Sorong Matangkan Arah CSR 2027

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

‎Pemkab Sorong Bekali Nelayan Pelatihan Icebbas, Solusi Atasi Kendala Es Batu di Pesisir Papua Barat Daya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page