Papua Barat Daya Online News, SORONG-Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Bimbingan Teknis Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak yang dirangkaikan dengan pelatihan public speaking bagi pelajar dan aparatur di Aimas Hotel, Kamis (05/11/2026).
Kegiatan melibatkan perwakilan pelajar tingkat SMP, SMA, SMK, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sorong.
Kepala Dinas P2KBP3A Ferry Fatem, S.E., M.Ec.Dev melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Frida Flora Gifelem, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah perdana yang difokuskan khusus bagi anak-anak sekolah tingkat menengah.
”Kegiatan ini untuk melatih keterampilan mereka untuk berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain, terus terang, mungkin temannya di sekolah atau juga dengan guru. Melatih mereka juga untuk ke depan bisa jadi pemimpin yang baik untuk bangsa dan negara,” ujar Frida Flora Gifelem saat diwawancarai awak media.
Ia menambahkan, program perdana ini sementara waktu melibatkan pelajar dari wilayah terdekat yakni Aimas, Mariat, dan Mayamuk. Ke depannya, pihak dinas berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun dan diperluas hingga ke distrik-distrik lain di Kabupaten Sorong.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Dr. Waode Like Wati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, pelatihan ini sangat krusial untuk mengatasi hambatan mental yang sering dialami oleh anak-anak muda.
”Banyak anak-anak yang mempunyai ide, punya gagasan, tapi dia tidak mampu untuk menyuarakan, dia tidak mampu untuk berbicara karena dia khawatir dengan kata-katanya mungkin tidak sesuai dengan struktur atau tidak tertata, kecanggungan, keraguan, dan rasa malu,” ungkap Dr. Waode Like Wati.
Ia menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukanlah sekadar bakat bawaan (talent), melainkan sebuah seni dan keterampilan yang harus dilatih serta diasah sejak usia muda. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali rasa percaya diri agar terhindar dari rasa gugup maupun kekakuan saat menyampaikan gagasan.
Dr. Waode Like Wati juga berharap program ini tidak berhenti pada kalangan pelajar saja, melainkan dapat diperluas kepada para guru agar keterampilan transfer pengetahuan komunikasi publik ini dapat disebarluaskan secara lebih luas kepada masyarakat.[AR]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.