PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Pemerintah Kabupaten Sorong resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat kabupaten di Gedung Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sorong, Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti 144 kafilah dari tujuh distrik yang akan berlaga selama dua hari, hingga 3 Mei 2026.
Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan rebana sebanyak lima kali oleh Bupati Sorong Johny Kamuru. Ia didampingi Wakil Bupati Sorong Ahmad Sutedjo, Ketua DPRD Kabupaten Sorong Mawardi Nur, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
MTQ kali ini digelar di tengah kondisi keuangan daerah yang menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sorong memastikan agenda tahunan keagamaan tersebut tetap terlaksana.
Bupati Sorong Johny Kamuru mengatakan efisiensi anggaran merupakan kebijakan nasional yang harus didukung seluruh daerah. Menurut dia, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan keagamaan, khususnya dalam pengembangan syiar Islam.
“Efisiensi anggaran adalah instruksi nasional yang wajib kita dukung. Meski ruang gerak anggaran terbatas, saya bangga melihat semangat panitia dan seluruh kafilah yang tetap antusias mengikuti MTQ ini,” kata Johny dalam sambutannya.
Ia menilai pelaksanaan MTQ di tengah keterbatasan anggaran justru menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan. Menurut Johny, keberhasilan kegiatan ini tidak semata diukur dari besaran anggaran, melainkan dari semangat kebersamaan dan pengabdian.
Johny juga meminta para peserta menjadikan MTQ sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sebelum pembukaan resmi, panitia lebih dulu menggelar pelantikan Dewan Hakim oleh Ketua LPTQ Kabupaten Sorong yang juga Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo. Pelantikan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif, profesional, dan berintegritas.
Ahmad Sutedjo mengatakan MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi kualitas pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Menurut dia, kemampuan peserta mencerminkan hasil pembinaan yang dilakukan guru-guru TPQ di tingkat dasar. Karena itu, ia mendorong para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan metode pembelajaran agar lebih adaptif dan efektif.
“MTQ ini juga menjadi tolok ukur sejauh mana pembinaan Al-Qur’an berjalan di masing-masing distrik. Dari sini kita bisa melihat hasil kerja para guru TPQ dalam membina anak-anak,” ujar Ahmad.
Sebanyak tujuh distrik yang mengirimkan peserta pada MTQ XXXI Kabupaten Sorong meliputi Distrik Aimas, Mariat, Mayamuk, Salawati, Moisegen, Klamono, dan Saigun.
Para kafilah akan berkompetisi dalam sembilan cabang lomba, yakni Tartil Al-Qur’an, Tilawah, Dipsil, Qiraah Sabah, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), serta Tafsir Al-Qur’an.
Pemerintah Kabupaten Sorong berharap MTQ XXXI tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat budaya membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.[AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.