Bukan Sekadar Administrasi, Tertib ASPAK Pastikan Alkes Puskesmas Sorong Selalu Siap Pakai

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya Online News, SORONG-Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong terus bergerak aktif dalam meningkatkan mutu pelayanan publik dengan menyelenggarakan kegiatan pembinaan serta pemetaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan. Langkah strategis yang digelar secara resmi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong ini menyasar seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga klinik swasta di wilayah kerja daerah. Upaya ini dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas penunjang medis berada dalam kondisi prima demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat luas dinas kegiatan menggelar kegiatan Petunjuk Teknis dan Pembaruan Data SPA pada Aspak di aimas hotel selama 2 hari (14-15/07/26).

​Pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi tidak dapat terwujud hanya dengan mengandalkan keahlian sumber daya manusia semata. Kualitas kompetensi para tenaga kesehatan di lapangan mutlak harus diimbangi dengan ketersediaan sarana fisik, gedung, dan peralatan medis yang memenuhi standar nasional. Oleh karena itu, sinergi antara kesiapan personel medis dan kelayakan sarana prasarana penunjang menjadi kunci utama agar seluruh tindakan medis dapat berjalan secara aman, cepat, dan presisi.

​”Dalam pelayanan kesehatan, selain kita harus menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang bermutu, kegiatan ini juga harus ditunjang dengan sarana prasarana dan alat kesehatan yang sesuai standar agar mutu pelayanan kesehatan itu menjadi lebih optimal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Ronney Kalesaran, saat memberikan penjelasan di sela-sela kegiatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Ronney Kalesaran saat diwawancarai awak media

​dr. Ronney Kalesaran menjelaskan bahwa fokus utama dari agenda pembinaan kali ini adalah memberikan penguatan teknis terkait pemanfaatan aplikasi Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Platform digital ini mewajibkan setiap fasilitas kesehatan untuk melakukan pembaruan data secara berkala, sekurang-kurangnya setiap tiga bulan sekali. Melalui kedisiplinan pengisian ini, kondisi riil dari setiap fasilitas kesehatan di daerah dapat terpantau secara langsung oleh pemerintah pusat.

​Ketertiban dalam memperbarui data pada aplikasi ASPAK memiliki korelasi langsung terhadap keberlanjutan anggaran daerah. Setiap usulan pengadaan barang atau perbaikan fasilitas yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan mensyaratkan validitas data yang tercatat di dalam aplikasi. Jika suatu fasilitas kesehatan abai dalam memperbarui data mereka, pemerintah pusat secara tegas tidak akan memproses atau melayani usulan anggaran baru yang diajukan oleh daerah.

​Sebagai ilustrasi operasional, peralatan medis sederhana seperti tensimeter maupun pinset yang digunakan secara terus-menerus lambat laun akan mengalami aus atau kerusakan. Apabila fasilitas kesehatan tidak memperbarui status alat tersebut di aplikasi dan tetap membiarkannya berstatus baik, maka usulan pengadaan baru otomatis akan ditolak oleh sistem Kemenkes karena faskes dianggap masih memiliki peralatan yang memadai. Sebaliknya, ketika data kerusakan diinput secara akurat, kementerian dapat langsung memberikan persetujuan alokasi anggaran baru berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

​Penerapan manajemen aset berbasis digital ini memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi para tenaga kesehatan yang bertugas. Dengan data sarpras yang terkelola dengan baik dan diperbarui secara berkala, tenaga kesehatan tidak perlu lagi menghadapi kendala teknis akibat alat medis yang mendadak rusak saat hendak digunakan untuk melayani pasien.

Kepastian ketersediaan alat yang layak pakai membuat lingkungan kerja menjadi lebih aman dan mendukung para nakes dalam mengambil keputusan klinis secara tepat tanpa keraguan.

​Bagi masyarakat, kedisiplinan input data ini secara langsung mendongkrak mutu pelayanan kesehatan publik secara menyeluruh. Ketepatan pemetaan aset meminimalisasi risiko penundaan tindakan medis akibat keterbatasan alat yang berfungsi. Pelayanan di Puskesmas maupun klinik menjadi jauh lebih responsif, efisien, dan memiliki tingkat akurasi tinggi, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dasar milik pemerintah daerah terus meningkat.

​Sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi secara nasional, dr. Ronney Kalesaran tidak menampik bahwa tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah keterbatasan infrastruktur jaringan internet, terutama bagi wilayah-wilayah Puskesmas yang berada di area terpencil. Keterbatasan akses digital ini sering kali menjadi hambatan utama bagi petugas di daerah pelosok untuk melakukan pembaruan data secara real-time.

​Menyikapi kendala geografis tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong memberikan solusi taktis berupa mekanisme pelaporan berlapis. Petugas kesehatan di wilayah blank spot disarankan untuk melakukan pencatatan perkembangan sarana fisik dan alat kesehatan secara manual terlebih dahulu di tempat kerja mereka.

Ketika para petugas tersebut memiliki agenda dinas atau melakukan kunjungan ke wilayah kota yang memiliki akses internet stabil, data manual tersebut dapat segera diinput ke dalam aplikasi ASPAK, sehingga validitas data tetap terjaga dengan baik tanpa memanipulasi kondisi riil di lapangan.[AR]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ikuti Alur Rujukan, Jumaia Buktikan Layanan BPJS Kesehatan di Sorong Manusiakan Pasien
Luncurkan LANURI, BPJS Kesehatan Perluas Akses Layanan JKN di 558 Titik Daerah 3T
Kadis Kesehatan Kabupaten Sorong Jamin Pelayanan Publik Tetap Normal Meski Kantor Dipalang Sejak Senin
Sederet Inovasi JKN: Dari Aplikasi Mobile hingga Selamatkan Jutaan Warga dari Kemiskinan
Maksimalkan Pangan Lokal, DP2KBP3A Kabupaten Sorong Edukasi Kader Kampung Wen Olah Makanan Sehat
Gratis! Pastikan Prosedur Aman dan Cepat, Gubernur Papua Barat Daya Tinjau Operasi Katarak Perdana
Dapur Gizi 1000 HPK di Makbusun: Langkah Nyata Pemerintah Kabupaten Sorong Menuju Zero Stunting
Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT): Langkah Strategis Kabupaten Sorong Mewujudkan Generasi Bebas Stunting

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:41

Ikuti Alur Rujukan, Jumaia Buktikan Layanan BPJS Kesehatan di Sorong Manusiakan Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:22

Bukan Sekadar Administrasi, Tertib ASPAK Pastikan Alkes Puskesmas Sorong Selalu Siap Pakai

Senin, 13 Juli 2026 - 14:24

Luncurkan LANURI, BPJS Kesehatan Perluas Akses Layanan JKN di 558 Titik Daerah 3T

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39

Kadis Kesehatan Kabupaten Sorong Jamin Pelayanan Publik Tetap Normal Meski Kantor Dipalang Sejak Senin

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:01

Sederet Inovasi JKN: Dari Aplikasi Mobile hingga Selamatkan Jutaan Warga dari Kemiskinan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page