Ancaman Penularan Masih Ada, Dinkes Sorong Maksimalkan Lacak Kasus Malaria

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya Online News, ​SORONG-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Ronney Kalesaran, mengungkapkan bahwa perkembangan kasus malaria di wilayah Kabupaten Sorong saat ini berada pada kondisi stagnan. Meski tidak mengalami kenaikan signifikan, penemuan kasus baru dilaporkan masih terus terjadi.

​”Sekarang kondisi kasus agak stagnan, tetapi penemuannya masih tetap ada. Penularannya tersebar di daerah perkotaan hingga beberapa lokus yang selama ini menjadi wilayah persebaran malaria,” ujar dr. Ronney Kalesaran.Kamis (06/08/26)

​Menurut dr. Ronney, sebagian besar penemuan saat ini merupakan kasus impor atau kasus yang dibawa dari luar daerah. Namun, risiko penularan lokal tetap tinggi apabila vektor nyamuk Anopheles masih berkembang biak di sekitar pemukiman warga.

​”Jika di suatu daerah tidak ada nyamuk Anopheles yang menjadi vektor penularan, maka walau ada kasus masuk, penyakit ini tidak akan menyebar. Sebaliknya, jika ada penderita positif lalu digigit nyamuk Anopheles, nyamuk tersebut akan menularkan malaria ke warga sehat di sekitarnya,” jelasnya.

​Untuk menekan risiko tersebut, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perindukan nyamuk.

​Guna memutus rantai penularan malaria secara efektif, Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong mengoptimalkan pelayanan kesehatan, edukasi publik, serta tindakan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

​Melalui metode PE, petugas akan melacak riwayat mobilitas pasien untuk mengetahui dari mana asal penularan dan siapa saja orang yang berinteraksi dengan pasien selama 2 hingga 3 minggu terakhir. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi penularan sejak dini.

​”Dalam program pengendalian malaria, jika ditemukan satu kasus positif, tim akan melakukan sweeping pemeriksaan dalam radius sekitar 200 meter dari rumah pasien untuk menyisir potensi kontak erat,” tambah dr. Ronney. [AR]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Luncurkan Program NADI JKN untuk Menjaga Keaktifan Peserta PBPU
Dinkes dan DP3AP2KB Kabupaten Sorong Fokuskan Bulan Agustus untuk Pengukuran Stunting Serentak dan Pembagian Vitamin A di 200 Posyandu
Ikuti Alur Rujukan, Jumaia Buktikan Layanan BPJS Kesehatan di Sorong Manusiakan Pasien
Bukan Sekadar Administrasi, Tertib ASPAK Pastikan Alkes Puskesmas Sorong Selalu Siap Pakai
Luncurkan LANURI, BPJS Kesehatan Perluas Akses Layanan JKN di 558 Titik Daerah 3T
Kadis Kesehatan Kabupaten Sorong Jamin Pelayanan Publik Tetap Normal Meski Kantor Dipalang Sejak Senin
Sederet Inovasi JKN: Dari Aplikasi Mobile hingga Selamatkan Jutaan Warga dari Kemiskinan
Maksimalkan Pangan Lokal, DP2KBP3A Kabupaten Sorong Edukasi Kader Kampung Wen Olah Makanan Sehat

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:32

Ancaman Penularan Masih Ada, Dinkes Sorong Maksimalkan Lacak Kasus Malaria

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:17

BPJS Kesehatan Luncurkan Program NADI JKN untuk Menjaga Keaktifan Peserta PBPU

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:51

Dinkes dan DP3AP2KB Kabupaten Sorong Fokuskan Bulan Agustus untuk Pengukuran Stunting Serentak dan Pembagian Vitamin A di 200 Posyandu

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:41

Ikuti Alur Rujukan, Jumaia Buktikan Layanan BPJS Kesehatan di Sorong Manusiakan Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:22

Bukan Sekadar Administrasi, Tertib ASPAK Pastikan Alkes Puskesmas Sorong Selalu Siap Pakai

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page