Papua Barat Daya Online News, SORONG-Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sorong resmi menutup rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak yang dirangkaikan dengan Pelatihan Public Speaking, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (5/11/2026) di Aimas Hotel tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Ferry Fatem, S.E., M.Ec.Dev.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 30 perwakilan pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK, serta 10 perwakilan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup DP2KBP3A Kabupaten Sorong.
Dalam sambutan penutupannya, Ferry Fatem menegaskan pentingnya agenda ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter individual para peserta, khususnya generasi muda dan aparatur pelayan publik.
”Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya strategis yang sifatnya membangun karakter individual seseorang. Melalui pemahaman hak anak dan penguasaan teknik public speaking, kita sedang membentuk kepribadian yang percaya diri, kritis, bernalar positif, serta memiliki empati tinggi terhadap isu-isu anak di lingkungan masyarakat,” ujar Ferry.
Ferry menjabarkan bahwa penguatan karakter sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Menurutnya, anak-anak tidak hanya perlu memahami hak-hak dasar mereka, tetapi juga harus dibekali keterampilan berkomunikasi yang efektif agar mampu menyuarakan aspirasi, membela hak sesama, serta menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal masing-masing.
Begitu pula bagi perwakilan OPD, pemahaman ini memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kebijakan yang berorientasi pada perlindungan anak.
Chris Manobi, pelajar yang menjadi perwakilan peserta dalam kegiatan
Apresiasi tinggi datang dari para peserta, salah satunya Chris Manobi, pelajar yang menjadi perwakilan peserta dalam kegiatan tersebut. Chris mengungkapkan rasa syukur dan kesannya selama mengikuti pelatihan selama tiga hari.
”Ini merupakan pengalaman yang sangat baru dan berharga bagi kami para siswa. Selama tiga hari ini, kami tidak hanya belajar tentang apa saja hak-hak anak yang harus dilindungi, tetapi juga diajarkan bagaimana cara berbicara di depan umum dengan percaya diri tanpa rasa canggung,” kata Chris.
Chris menambahkan bahwa materi public speaking yang diberikan memberikan rasa percaya diri baru baginya untuk berani menyampaikan pendapat di depan publik.
”Ilmu yang kami dapatkan di sini sangat nyata dan bisa langsung kami terapkan, baik di sekolah maupun saat berorganisasi. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan untuk teman-teman lainnya,” tuturnya.
Prosesi penutupan agenda Bimtek dan pelatihan ini ditandai secara simbolis dengan pemukulan tifa oleh Kepala Dinas P2KBP3A yang didampingi panitia penyelenggara. Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan penyerahan sertifikat pelatihan secara langsung kepada seluruh perwakilan peserta pelajar dan aparatur OPD.[AR]
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.