PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Di tengah perubahan lanskap politik yang kian ditentukan generasi muda, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sorong memilih jalur yang tidak lazim bagi partai politik konvensional turnamen gim daring. Bertajuk “Tournament Mobile Legends Banteng Milenial”, ajang e-sports ini digelar untuk memperingati HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus sebagai strategi mendekati pemilih milenial dan generasi Z.

Langkah tersebut mencerminkan kesadaran partai bahwa pendekatan politik lama seremonial, pidato formal, dan konsolidasi elite tidak lagi cukup menjangkau generasi yang tumbuh bersama gawai, media sosial, dan industri kreatif.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Barat Daya, Jonas Kelwulan, menyebut kegiatan ini sebagai implementasi langsung amanat Rakernas dan Kongres VI PDI Perjuangan yang berlangsung di Jakarta pada 9-11 Januari 2026.
“Kami sadar betul bahwa generasi muda adalah penentu masa depan. Karena itu, kami berupaya mendekatkan diri dengan cara masuk ke dunia yang mereka pahami. Masuk ke pintu yang mereka mengerti, dunia mereka,” ujar Jonas.

Pernyataan tersebut menegaskan pergeseran strategi politik PDI Perjuangan dari sekadar mengajak anak muda mengikuti agenda partai, menjadi upaya memahami terlebih dahulu ruang hidup dan ekspresi mereka.

Wakabid Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sorong, Herry Widyaprasetya, menyebut turnamen ini sebagai langkah awal menerjemahkan keputusan Rakernas PDI Perjuangan tahun 2026.
“Ke depan, hampir 60 persen pemilih adalah pemilih pemula. Mereka akan mewarnai pemilu berikutnya. Karena itu, partai harus hadir dan dikenal oleh mereka,” kata Herry, Sabtu (31/01/26)

Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan yang telah berusia lebih dari setengah abad tidak boleh terjebak dalam citra partai tua yang anti terhadap perubahan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PDI Perjuangan tidak alergi terhadap anak muda. Justru kami ingin menjadikan partai ini sebagai rumah aspirasi dan rumah perjuangan bagi kaum milenial dan Gen Z di Kabupaten Sorong,” ujarnya.
Selain substansi elektoral, Herry juga mengaitkan kegiatan ini dengan upaya sosial, yakni menjauhkan anak muda dari narkotika, obat-obatan terlarang, dan perilaku destruktif lainnya.
“Kami ingin anak-anak lebih positif dalam berpikir dan bertindak tentunya dengan harapan agar menjauhi dari berbagai tindakan kriminalitas, narkotika, obat-obatan terlarang, dan perilaku destruktif lainnya, termasuk mabuk, palak-palak dan pencurian bahkan hingga mengarah ketindakan asusila dan pelecehan” dengan nada lantang di hadapan awak media.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sorong menambahkan bahwa turnamen ini juga dimaksudkan untuk mengubah persepsi publik tentang fungsi kantor partai.

“Selama ini kantor partai sering dipersepsikan tertutup dan elitis. Padahal, seharusnya ia menjadi ruang publik. Tempat semua orang, terutama anak muda, bisa masuk dan beraktivitas,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menanamkan kesadaran baru di kalangan pemuda bahwa partai politik bukan semata alat kekuasaan, melainkan wadah partisipasi.
Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi. Apakah ruang itu akan tetap terbuka setelah perayaan dan turnamen usai, atau kembali tertutup oleh rutinitas politik internal.
Turnamen Mobile Legends Banteng Milenial akan digelar dengan format 5v5 Fair MOBA dan melibatkan komunitas e-sports lokal di Kabupaten Sorong. Antusiasme pemuda diperkirakan tinggi, seiring menjamurnya komunitas gim daring di wilayah tersebut.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi cermin bagaimana partai politik mulai menjadikan e-sports sebagai medium komunikasi politik baru. Di sinilah letak ujian bagi PDI Perjuangan mampu atau tidak menjadikan ruang populer ini sebagai sarana pendidikan demokrasi, bukan sekadar alat pencitraan.
Sebab, bagi generasi muda, partai politik tidak cukup hanya hadir. Ia harus relevan, konsisten, dan mampu membuktikan bahwa janji “rumah rakyat” bukan sekadar slogan perayaan ulang tahun.(RA)











