PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Peta politik internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Sorong mulai menunjukkan dinamika yang signifikan. Empat figur potensial resmi muncul dalam bursa calon Ketua DPC PKB Kota Sorong masa bakti 2024–2029, membawa latar belakang manajerial dan struktural yang kuat.
Berdasarkan Berita Acara yang diterima, keempat nama tersebut merupakan kader-kader yang memiliki rekam jejak strategis di internal partai. Hal ini menandakan kompetisi sehat untuk memimpin PKB di Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya tersebut lima tahun ke depan.
Keempat figur yang akan bersaing memperebutkan kursi nomor satu di DPC PKB Kota Sorong tersebut adalah:
Muhammad Rum Rumonin: Sebagai petahana (Ketua DPC PKB saat ini), Rumonin memiliki modal kuat berupa pengalaman dalam menggerakkan roda organisasi di tingkat kota.
Nebrianus Kambuaya: Sosok yang menjabat sebagai Wakil Ketua LKP DPW ini membawa perspektif dari tingkat wilayah, memberikan dimensi persaingan yang menarik antara struktur cabang dan wilayah.
Muliana Andi Muin: Menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PKB, keterlibatannya menunjukkan adanya aspirasi dari internal pengurus harian yang ingin melakukan regenerasi atau penguatan kepemimpinan.
Alwi Kalauw: Rekan sejawat Muliana di jajaran Wakil Ketua DPC PKB ini juga memantapkan diri untuk maju, menambah daftar panjang pilihan bagi para pemegang suara di Musyawarah Cabang (Muscab).
Masuknya nama-nama pengurus harian seperti Muliana Andi Muin dan Alwi Kalauw untuk menantang Muhammad Rum Rumonin selaku petahana mengindikasikan adanya keinginan kuat untuk melakukan evaluasi serta penyegaran di tubuh partai. Sementara itu, kehadiran Nebrianus Kambuaya dari jajaran DPW menambah bobot strategis pemilihan ini.
Pemilihan Ketua DPC PKB Kota Sorong kali ini diprediksi akan menjadi sorotan, mengingat posisi strategis Kota Sorong sebagai pusat ekonomi dan politik di wilayah Papua Barat Daya. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar untuk meningkatkan perolehan suara partai dan mengawal aspirasi warga Nahdliyin di tingkat akar rumput.
Hingga berita ini diturunkan, konsolidasi di tingkat basis dan komunikasi lintas kandidat terus berjalan menjelang penetapan resmi dalam forum tertinggi partai di tingkat kota tersebut.[AR]











