PapuaBaratDayaOnlineNews,SORONG-Dinamika Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa Kota Sorong menghadirkan sejumlah catatan penting bagi internal partai.
Salah satu sorotan muncul dari Wakil Ketua DPW PKB Papua Barat Daya Bidang Penataan Struktur dan Kelembagaan (PSPK) Nebrianus Kambuaya yang juga maju sebagai calon Ketua DPC nomor urut 2, dengan penilaian bahwa kinerja organisasi di tingkat kota perlu segera diperkuat.
Dalam wawancaranya kepada awak media menyampaikan dengan tegas kondisi partai khususnya Kota Sorong yang dinilainya belum bergerak optimal, bahkan mengibaratkannya sebagai “mati suri”. Istilah ini digunakan untuk menegaskan perlunya pembenahan serius agar roda organisasi kembali berjalan aktif.Sehingga dirinya tergerak untuk maju dalam pemilihan calon Ketua DPC Kota Sorong.
“Kalau boleh jujur, kondisinya seperti mati suri. Pergerakan hampir tidak ada,” ujarnya, menandai nada keras evaluasi internal.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dalam setahun terakhir, ia mengaku mengamati langsung ritme organisasi yang stagnan. Indikator paling kasat mata, kata dia, adalah capaian elektoral PKB di Kota Sorong hanya bertahan dengan satu kursi DPRD. Angka yang, menurutnya, tidak sebanding dengan posisi Sorong sebagai simpul politik di Papua Barat Daya.
“Ini kota kunci. Harusnya jadi lumbung suara, bukan sekadar bertahan,” katanya.
Ia juga menyinggung struktur kepengurusan yang dinilai belum mencerminkan keterwakilan luas. Dominasi kelompok tertentu, baik berbasis keluarga maupun etnis, disebut berpotensi mempersempit ruang tumbuh partai. Dalam konteks Papua Barat Daya, ia menekankan pentingnya memberi ruang lebih besar bagi Orang Asli Papua (OAP).
“Komposisi Nusantara harus seimbang, bahkan kalau perlu OAP diperbanyak. Dari Maybrat,Sorong Selatan, sampai Raja Ampat harus terlibat.Untuk terus mengembangkan partai ini kedepan “ujarnya.
Dengan analisis “mati suri”, Nebrianus ingin membawa agenda perubahan. Bukan sekadar pergantian figur, melainkan upaya menghidupkan kembali mesin partai dari level paling dasar. Target yang dipatok pun tinggi mengubah satu kursi menjadi satu fraksi utuh di DPRD Kota Sorong.
Ia juga mendorong pembangunan kantor permanen sebagai pusat konsolidasi, serta memasang target kontribusi minimal 15.000 suara untuk penguatan kursi DPR RI dari dapil Papua Barat Daya.
Namun, di balik target tersebut, ia menekankan pendekatan berbasis kerja nyata hingga saat ini terus dibangun yakni kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, yang menurutnya bisa menjadi fondasi kekuatan partai.
“Kalau diberi kepercayaan, saya yakin lebih banyak masyarakat akan datang dan bersinergi. Modal sosial itu sudah ada, tinggal diperluas,” katanya.
Kontestasi kursi Ketua DPC PKB Kota Sorong kini bergerak ke tahap berikutnya. Para kandidat, akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPP PKB di Jakarta.[RA]











