Soroti Dampak Pernikahan Dini, Ketua GOW Kabupaten Sorong Ajak Masyarakat Lindungi Masa Depan Anak

Kamis, 12 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews, SORONG-Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sorong, Hj. Suryani Sutedjo, menyoroti masih terjadinya praktik perkawinan anak di sejumlah wilayah dan dampak yang ditimbulkan bagi masa depan generasi muda, khususnya anak perempuan.

Menurut Suryani, persoalan perkawinan dini tidak hanya berkaitan dengan tradisi atau kondisi sosial semata, tetapi juga menyangkut masa depan anak yang sering kali terhenti akibat keputusan menikah pada usia yang belum matang.

Ia menilai, dari sudut pandang seorang ibu, anak-anak seharusnya diberi kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan mempersiapkan masa depan mereka terlebih dahulu sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

“Sebagai seorang ibu dan juga perempuan, saya melihat langsung bagaimana dampak pernikahan dini terhadap masa depan anak. Banyak anak perempuan yang akhirnya tidak bisa melanjutkan pendidikan karena sudah menikah di usia yang sangat muda,” kata Suryani kepada awak media dalam giat lintas sektor menyoroti pernikahan anak dibawah umur,Kamis (12/03/26)

Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial lainnya, mulai dari rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan kesempatan kerja, hingga kerentanan terhadap masalah kesehatan bagi ibu dan anak.

Suryani mengatakan, masih terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya perkawinan anak di masyarakat, di antaranya tekanan ekonomi keluarga, kurangnya pemahaman orang tua, serta terbatasnya akses informasi dan pendidikan.

Hj Suryani Sutedjo Ketua GOW Kabupaten Sorong

Karena itu, ia menilai upaya pencegahan perkawinan anak tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh adat, tokoh agama, serta organisasi perempuan.

“Kalau kita ingin generasi kita ke depan lebih baik, maka anak-anak harus diberi kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan mereka terlebih dahulu. Orang tua juga perlu memahami bahwa masa depan anak jauh lebih penting daripada menikahkan mereka di usia yang terlalu muda,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya edukasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak serta dampak jangka panjang dari praktik perkawinan dini.

Menurut Suryani, ketika tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai perlindungan anak, maka perubahan sosial di masyarakat akan lebih mudah terjadi.

“Ketika tokoh adat dan tokoh agama bersama-sama menyuarakan perlindungan anak, masyarakat biasanya lebih mudah menerima perubahan itu. Karena mereka melihat bahwa ini bukan hanya program pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” kata dia.

Suryani berharap masyarakat, khususnya para orang tua, dapat lebih memperhatikan masa depan pendidikan dan kesehatan anak-anak mereka. Dengan demikian, generasi muda di Kabupaten Sorong dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berpendidikan, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.[RA]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎​Sellvyana Sangkek: Data SE2026 Harus Jadi Solusi Nyata Kesejahteraan Pelaku Usaha
‎Kesbangpol Papua Barat Daya Tekankan Peran FKUB Jaga Kerukunan Jelang Tahapan Pemilu 2027
‎Polsek Salawati Ubah Hidup Pasutri Lewat Program POLIRAN: Dari Petugas Kebersihan hingga Mandiri Berusaha Kios
‎Jadi Khatib Jumat di Malasigit, Kapolsek Klamono Tebar Pesan Persatuan dan Kerukunan
‎Razia Pelanggaran Kasat Mata,Polres Sorong Jaring Puluhan Pengendara
‎Terapkan Prinsip One Portal, DPMPTSP Kabupaten Sorong Dorong Kemudahan Berusaha
‎10 OAP Ikuti Pelatihan Las dan Baja Ringan, Pemprov PBD Targetkan Tenaga Kerja Lokal Berdaya Saing
‎Patahkan Stigma SDM Rendah, Pemkab Sorong Cetak Puluhan Tenaga Kerja OAP Tersertifikasi

Komentar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:42

‎​Sellvyana Sangkek: Data SE2026 Harus Jadi Solusi Nyata Kesejahteraan Pelaku Usaha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:38

‎Kesbangpol Papua Barat Daya Tekankan Peran FKUB Jaga Kerukunan Jelang Tahapan Pemilu 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:12

‎Polsek Salawati Ubah Hidup Pasutri Lewat Program POLIRAN: Dari Petugas Kebersihan hingga Mandiri Berusaha Kios

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:15

‎Jadi Khatib Jumat di Malasigit, Kapolsek Klamono Tebar Pesan Persatuan dan Kerukunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33

‎Razia Pelanggaran Kasat Mata,Polres Sorong Jaring Puluhan Pengendara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page