PapuaBaratDayaOnlineNews,Kota Sorong-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Saint Paul Sorong resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 yang berfokus pada penguatan kemandirian desa melalui inovasi teknologi dan pendampingan berkelanjutan. Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Asisten Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Humas, Alumni dan Karir, Herry F.R Widjasena, menegaskan bahwa KKN Tematik menjadi wadah strategis untuk mengasah kepedulian sosial mahasiswa.
“Melalui KKN Tematik ini, kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Program ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membantu memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kelompok KKN dituntut menghadirkan program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
“Kami berharap apa yang dirintis mahasiswa di lapangan tidak berhenti setelah masa KKN selesai, tetapi bisa dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat,” tambahnya.
Sebanyak 63 mahasiswa resmi diserahkan untuk melaksanakan KKN Tematik di wilayah Kelurahan Klawasi selama satu bulan. Prosesi penyerahan berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Klawasi pada Rabu (25/02/26) dan dihadiri jajaran pemerintah kelurahan, dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta KKN.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada pemerintah kelurahan untuk menjalankan program pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.
“Hari ini kami menyerahkan 63 mahasiswa untuk belajar sekaligus mengabdi di tengah masyarakat Klawasi. Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan kontribusi nyata dan membangun sinergi yang baik dengan pemerintah kelurahan,” ungkap Herry saat menyerahkan para mahasiswa

Sementara itu, Lurah Klawasi, Yefta Wallim, menyambut baik kehadiran puluhan mahasiswa tersebut.
“Kami menerima dengan terbuka 63 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN selama satu bulan di Kelurahan Klawasi. Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah kelurahan,” ujar Yefta.
Ia menilai kehadiran mahasiswa dapat membantu percepatan program kelurahan, khususnya dalam bidang digitalisasi administrasi dan pemberdayaan UMKM.
“Kami berharap mahasiswa bisa berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi riil di lapangan, dan menghadirkan solusi yang sesuai kebutuhan warga. Kami juga siap mendukung penuh setiap program yang dijalankan,” tambahnya.
KKN Tematik 2026 mengusung tiga pilar utama, yakni transformasi digital desa, penguatan ekonomi lokal melalui pendampingan UMKM, serta edukasi kesehatan dan pengelolaan lingkungan.
Mahasiswa akan mendampingi aparatur kelurahan dalam pengelolaan data berbasis digital guna meningkatkan transparansi pelayanan publik.
Selain itu, pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan strategi pemasaran digital dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Di bidang kesehatan dan lingkungan, mahasiswa juga akan melakukan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat serta mendorong pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis.
Baik pihak kampus maupun pemerintah kelurahan berharap program ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan meninggalkan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami ingin setelah satu bulan ini selesai, ada sistem dan inovasi yang tetap berjalan.
Kemandirian masyarakat adalah tujuan utama,” tutup Yefta.
Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pemerintah kelurahan, KKN Tematik 2026 diharapkan mampu menjadi model pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan.[RA]











