105 Mahasiswa Politeknik Saint Paul Sorong Jalani KKN Tematik 2026, Fokus Pengembangan Kampus dan Kemandirian

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PapuaBaratDayaOnlineNews, Kota Sorong-Sebanyak 105 mahasiswa Politeknik Saint Paul Sorong resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 yang mengusung penguatan kemandirian kelurahan melalui inovasi teknologi dan pendampingan berkelanjutan. Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus strategi pengembangan kampus berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Dari total 105 mahasiswa tersebut, sebanyak 42 mahasiswa ditempatkan di Kelurahan Tanjung Kasuari dan 63 mahasiswa lainnya di Kelurahan Klawasi. Seluruh peserta KKN akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan dengan program kerja terukur, sistematis, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Khusus di Kelurahan Klawasi, prosesi penyerahan 63 mahasiswa berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Klawasi pada Rabu (25/02/26). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh pihak kampus kepada pemerintah kelurahan dan disaksikan jajaran dosen pembimbing serta mahasiswa peserta KKN.

Asisten Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Humas, Alumni dan Karir Politeknik Saint Paul Sorong, Herry F.R Widjasena, menegaskan bahwa KKN Tematik menjadi wadah strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat eksistensi kampus di tengah masyarakat.

“Melalui KKN Tematik ini, kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Program ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membantu memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kelompok mahasiswa dituntut menghadirkan program kerja yang terukur dan memiliki dampak jangka panjang.

“Kami berharap apa yang dirintis mahasiswa di lapangan tidak berhenti setelah masa KKN selesai, tetapi bisa dilanjutkan dan dikembangkan. KKN ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas lulusan serta pengembangan institusi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan daerah,” tambah Herry.

Saat menyerahkan mahasiswa secara simbolis, ia kembali menegaskan komitmen kampus dalam membangun sinergi dan menghadirkan pengabdian yang berbasis solusi.

“Hari ini kami menyerahkan 63 mahasiswa untuk belajar sekaligus mengabdi. Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan kontribusi nyata, sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi teknis dan soft skills,” ungkapnya.

Adapun KKN Tematik 2026 mengusung tiga pilar utama, yakni transformasi digital kelurahan, penguatan ekonomi lokal melalui pendampingan UMKM, serta edukasi kesehatan dan pengelolaan lingkungan. Mahasiswa akan mendampingi aparatur dalam pengelolaan data berbasis digital guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Selain itu, pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan strategi pemasaran digital dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Di bidang kesehatan dan lingkungan, mahasiswa juga akan melakukan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat serta mendorong pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis.

Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, KKN Tematik 2026 diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Politeknik Saint Paul Sorong sebagai institusi pendidikan vokasi yang responsif, inovatif, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah Papua Barat Daya. [RA]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Pemkab Sorong Luncurkan Buku Muatan Lokal Bahasa Moi untuk Sekolah
Dana Otsus Rp4,7 Miliar Dikucurkan, Pemprov PBD Prioritaskan Studi Akhir Mahasiswa OAP
Di Tengah Zona Merah, Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Pastikan Sekolah Tetap Aktif dan TKA Siap Digelar
Mahasiswa KKN Politeknik Saint Paul Bersama DPMPTSP PBD Edukasi Pelaku UMKM Tanjung Kasuari tentang NIB
Resmi Diserahkan, 63 Mahasiswa Saint Paul Sorong Siap Mengabdi di Klawasi
Puluhan Tumpeng Warnai Peringatan HUT ke-22 SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong
Galang Dana Perluasan Lahan, Madin Al-Muttaqin Siapkan Transformasi Menuju Madrasah Formal di Sorong
Milad ke-43 Unamin Sorong dan Launching PMB 2026: Menguatkan Visi Unggul, Humanis, dan Mencerahkan

Komentar

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:14

Hardiknas 2026, Pemkab Sorong Luncurkan Buku Muatan Lokal Bahasa Moi untuk Sekolah

Kamis, 23 April 2026 - 12:35

Dana Otsus Rp4,7 Miliar Dikucurkan, Pemprov PBD Prioritaskan Studi Akhir Mahasiswa OAP

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:46

Di Tengah Zona Merah, Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Pastikan Sekolah Tetap Aktif dan TKA Siap Digelar

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:57

Mahasiswa KKN Politeknik Saint Paul Bersama DPMPTSP PBD Edukasi Pelaku UMKM Tanjung Kasuari tentang NIB

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:55

105 Mahasiswa Politeknik Saint Paul Sorong Jalani KKN Tematik 2026, Fokus Pengembangan Kampus dan Kemandirian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page