Papua Barat Daya Online News,SORONG-Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop & UKM) Kabupaten Sorong menyelesaikan pelatihan manajerial tahap pertama bagi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di salah satu gedung kawasan Jalan Baru Km 21, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya,Rabu (14/10/26)
Kegiatan pelatihan yang dibiayai Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 ini diikuti oleh 60 ketua koperasi guna meningkatkan kapasitas pengelolaan lembaga usaha di tingkat tapak.
Kepala Disperindagkop & UKM Kabupaten Sorong, Marthen Luther Panjala, mengatakan pelatihan yang berlangsung sejak Senin (12/10/26) ini berfokus pada penguatan kepemimpinan dan manajemen koperasi. Menurut dia, evaluasi selama tiga hari pelaksanaan menunjukkan respons positif dari para peserta.
”Dari hasil evaluasi, tadi disampaikan oleh perwakilan peserta, mereka sangat mengapresiasi, sangat berterima kasih, bersyukur boleh dilaksanakan pelatihan ini,” kata Marthen saat ditemui Tempo usai penutupan kegiatan di Aimas, Rabu (14/10/26)
Marthen menjelaskan, antusiasme peserta tak lepas dari kualifikasi para pemateri yang dihadirkan. “Narasumber yang kami undang untuk memberikan materi itu sangat tepat karena merupakan mitra kerja. Misalnya dari Pertamina, mereka sangat bersyukur karena memahami tentang bagaimana cara untuk mendirikan pangkalan, menjadi pangkalan minyak tanah, untuk ke depan bisa mengelola pangkalan BBM,” ujarnya.
Selain Pertamina, pelatihan ini juga menghadirkan pemateri dari Perum Bulog Cabang Sorong. Kemitraan ini dibangun agar Koperasi Merah Putih dapat menjadi rantai pasok resmi dalam mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakat.
”Pemateri dari Bulog juga mereka sangat berterima kasih, karena dengan adanya materi tersebut, mereka bisa memahami bagaimana bisa bermitra dengan Bulog Sorong untuk menyalurkan beras, misalnya beras SPHP yang harganya murah tetapi dengan kualitas yang bagus,” tutur Marthen.
Ia menambahkan, koperasi juga diproyeksikan menjadi distributor minyak goreng program pemerintah, Minyakita, untuk menekan lonjakan harga pasar.
”Mereka bisa memahami bagaimana menjalin kemitraan untuk menyalurkan Minyakita yang harganya ditetapkan dengan HET Rp16.000. Penjualan Minyakita ini sangat membantu masyarakat karena dijual dengan harga sangat terjangkau, ketimbang kalau beli di toko,retail modern yang harganya lebih dari Rp20.000 per liter.”
Ke depan, pemerintah daerah berencana menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai wadah tunggal penyaluran pelbagai bantuan bersubsidi. “Penyaluran barang-barang bersubsidi dari pemerintah semua kan melalui koperasi, seperti BLT, LPG, pupuk bersubsidi, hingga alsintan, ke depan semua lewat koperasi,” tegas Marthen.
Pemerintah Kabupaten Sorong mencatat ada 253 koperasi yang terdaftar dan seluruhnya akan dilatih secara bertahap. “Di Kabupaten Sorong jumlah koperasi ada 253, jadi itu sasaran pelatihan. Semua akan kita latih. Untuk materi manajerial ini, satu koperasi mengutus satu orang ketua karena menyangkut manajemen dan kepemimpinan,” jelasnya.
Untuk menjangkau wilayah geografis yang luas, pelatihan manajerial dibagi ke dalam empat zona secara bergiliran. “Materi tahap satu, dua, tiga, dan empat itu sama. Tahap satu di sini, besok mulai Kamis, Jumat, Sabtu di Klasari, Salawati, untuk wilayah distrik yang berdekatan seperti Salawati Tengah, Salawati Selatan, Moisigin, Seget, Mayamuk, dan Salawati,” ungkap Marthen.
Setelah Klasari, pelatihan gelombang ketiga akan dipusatkan di Klamono untuk mencakup kawasan Klamono Raya, Malabotom, Klabet, Beraur, Bagun, hingga Distrik Botain. “Hari terakhir, tahap keempat, kami laksanakan di Distrik Sayosa untuk wilayah yang dekat di situ seperti Maudus, Klamuk, Hobat, Wemak, dan Bug, dengan jumlah peserta yang sama yaitu 60 orang per tahap,” kata Marthen menutup pembicaraan.[AR]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.