Papua Barat Daya Online News, SORONG-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sorong resmi menyerahkan sertifikat dan Surat Izin Operasi (SIO) kepada puluhan peserta pelatihan tenaga kerja. Langkah ini diambil guna menjawab stigma lama ihwal rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP) di dunia industri.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sorong, Ngatijo, merinci bahwa program yang dibiayai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai distrik. Dari total tersebut, sebanyak 36 peserta dinyatakan lulus setelah melalui serangkaian ujian pada tiga bidang keahlian spesifik.
”Operator scaffolding sebanyak 15 peserta dengan satu orang tidak lolos, perawatan lantai sumur 15 peserta dengan satu orang tidak lolos, serta bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 sebanyak 10 peserta dengan dua orang tidak lolos,” ujar Ngatijo memaparkan hasil evaluasi pelatihan.
Kendati disokong anggaran Otsus yang dikhususkan bagi OAP, Ngatijo menyatakan pihaknya tengah berupaya melirik sumber pendanaan alternatif di masa mendatang. Hal ini dimaksudkan agar kesempatan peningkatan kompetensi serupa juga dapat dinikmati oleh masyarakat dari kalangan non-OAP.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, program ini mencatatkan tren positif. Sebagian besar alumni pelatihan sebelumnya telah ditempatkan melalui jalur magang, bahkan beberapa di antaranya langsung direkrut sebagai karyawan tetap di perusahaan mitra seperti Pertamina Klamono dan Saikit. Pada agenda penyerahan tersebut, sebagian peserta berhalangan hadir akibat terkendala izin kerja, sehingga penyaluran sertifikat selanjutnya akan ditangani langsung melalui bidang Penta.
Di tempat yang sama, Bupati Sorong, Jhony Kamuru, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir ini. Menurutnya, kolaborasi bersama korporasi seperti Pertamina menjadi pintu masuk penting untuk mengasah keahlian pemuda lokal agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja.
”Selama ini lowongan kerja di mana pun anak-anak Papua dibilang SDM-nya rendah, alasannya begitu-begitu sudah. Sehingga ini kita sudah kirim mereka,” ungkap Jhony Kamuru.
Ia menegaskan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Sorong termasuk kontraktor kontrak kerja sama seperti Petrosea dan Pertamina sudah sepatutnya memprioritaskan anak-anak Papua sebagai tenaga kerja utama di ring satu wilayah operasi mereka.
Menatap tahun anggaran berikutnya, Pemkab Sorong berkomitmen untuk terus melanjutkan program pendidikan dan pelatihan vokasi semacam ini. Pelatihan lanjutan rencananya akan disesuaikan secara adaptif dengan kebutuhan industri spesifik demi memutus rantai pengangguran dan membuktikan daya saing tenaga kerja lokal.[AR]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.