Papua Barat Daya Online News, SORONG-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat Daya dari Fraksi Partai Golkar, Nansy Prisillia Karundeng, melaksanakan kegiatan reses dalam rangka penyerapan aspirasi masyarakat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sorong. Dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung di Kampung Arar, Distrik Mayamuk, pada Sabtu (25/4/2026), masyarakat setempat memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan berbagai keluhan kelolaan wilayah, dengan fokus utama pada tiga tuntutan mendesak.

Kehadiran legislator perempuan dari partai berlambang pohon beringin ini disambut hangat oleh kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, serta puluhan warga yang didominasi oleh kaum perempuan (mama-mama Papua). Reses ini menjadi jembatan krusial bagi warga di wilayah pesisir Distrik Mayamuk tersebut untuk menyuarakan langsung isi hati mereka ke tingkat pemerintahan provinsi.
Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, perwakilan masyarakat Kampung Arar secara bergantian memaparkan kondisi riil di lapangan. Dari dinamika diskusi tersebut, muncul tiga poin aspirasi prioritas yang dinilai tidak bisa ditunda lagi:
1. Pemenuhan Hak Dasar Pengadaan Air Bersih
Warga mengeluhkan sulitnya akses terhadap air bersih yang layak untuk konsumsi dan kebutuhan domestik sehari-hari. Selama ini, masyarakat masih bergantung pada sumber air yang terbatas dan kondisi cuaca. Mereka meminta DPRD Provinsi Papua Barat Daya mendorong dinas terkait untuk membangun infrastruktur pengolahan atau jaringan pipa air bersih yang memadai ke pemukiman warga.
2. Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi bagi Mama-Mama Papua
Aspirasi kedua datang dari kaum perempuan yang meminta adanya perhatian khusus pada sektor ekonomi kreatif. Warga mengusulkan program pelatihan keterampilan (soft skill maupun hard skill) yang menyasar mama-mama Papua. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mikro mandiri, baik di bidang kerajinan tangan lokal, pengolahan hasil laut, maupun manajemen keuangan keluarga, guna mendongkrak pendapatan domestik.
3. Dukungan Anggaran Pembangunan Gedung Gereja Baru GKI Imanuel Arar
Poin terakhir yang menjadi perhatian serius adalah bidang keagamaan. Perwakilan jemaat mengungkapkan bahwa kondisi gedung Gereja GKI Imanuel Arar yang ada saat ini sudah tidak mampu lagi menampung pertumbuhan jumlah jemaat saat ibadah hari Minggu maupun hari besar keagamaan. Warga meminta bantuan modal hibah atau bansos keagamaan dari pemerintah provinsi untuk kelanjutan pembangunan gedung gereja baru yang lebih representatif.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Nansy Prisillia Karundeng menyatakan bahwa dirinya hadir bukan sekadar untuk mendengarkan, melainkan untuk mengawal hak-hak konstitusional masyarakat Kabupaten Sorong, khususnya di Kampung Arar.
”Semua catatan yang disampaikan hari ini, mulai dari krisis air bersih, program pelatihan untuk mama-mama Papua, hingga proposal pembangunan Gedung Baru Gereja GKI Imanuel Arar, merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Saya pastikan ketiga poin ini menjadi prioritas utama dalam laporan reses saya,” tegas Nansy di hadapan konstituennya.
Lebih lanjut, Nansy menjelaskan bahwa sebagai fraksi mayoritas, Partai Golkar akan terus mendorong pemerintah daerah Provinsi Papua Barat Daya agar alokasi APBD Provinsi dapat menyentuh langsung pemukiman-pemukiman yang berada di pinggiran atau distrik penyangga, bukan hanya terpusat di perkotaan.
Menurutnya, pemenuhan air bersih dan fasilitas ibadah adalah kewajiban pelayanan publik yang mutlak, sedangkan pelatihan pemberdayaan adalah kunci kemandirian ekonomi pasca-pembentukan provinsi baru.
Acara reses yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan dokumen aspirasi tertulis secara simbolis dari perwakilan tokoh masyarakat Kampung Arar kepada Nansy Prisillia Karundeng, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi resmi kunjungan kerja legislatif.[AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.