Papua Barat Daya Online News SORONG-Sebanyak 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam ajang Panorama UMKM Malagusa 2026 yang dihelat di halaman Kantor Lurah Malagusa, Kabupaten Sorong, Jumat (18/09/26).
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk, memperluas jejaring, serta mengakses informasi perizinan langsung dari instansi pemerintah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong Marthen L. Pajala, Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Gihon N. Numberi, serta Kepala Kelurahan Malagusa Yuliance Yunita Bosom Ulim.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sorong, Marthen L. Pajala, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, pemilihan lokasi yang strategis dan ramai pengunjung diharapkan mampu mendongkrak volume penjualan serta memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Marthen dalam sambutannya, Jumat (18/9/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor UMKM, tidak hanya melalui ruang promosi seperti ini, tetapi juga lewat fasilitasi bantuan modal serta sarana dan prasarana penunjang.
Keberadaan UMKM dinilai krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Malagusa, Yuliance Yunita Bosom Ulim, menjelaskan bahwa Panorama UMKM juga menjembatani masyarakat yang ingin merintis usaha baru agar mendapatkan pemahaman komprehensif seputar pemasaran, perizinan, hingga akses pengembangan bisnis.
“Lewat kegiatan seperti ini, UMKM bisa saling mengenal, saling mendukung, dan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha,” kata Yuliance.
Ia memaparkan, ajang ini turut menggandeng berbagai instansi terkait, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang hadir memberikan pelayanan perizinan usaha, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk edukasi pendataan ekonomi masyarakat. Aspek legalitas ini ditekankan sebagai fondasi penting agar pelaku usaha lebih siap menembus pasar yang lebih luas dan menjalin kemitraan formal.
Dalam pelaksanaannya, panitia membatasi kuota awal sebanyak 15 pelaku UMKM dengan biaya pendaftaran Rp50.000 untuk tiga hari penyelenggaraan(18-20/9), yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional seperti listrik dan penjagaan stan.

Melihat antusiasme yang tinggi, pihak penyelenggara berencana menjadikan Panorama UMKM Malagusa sebagai agenda rutin bulanan. Halaman Kantor Lurah Malagusa dinilai sangat potensial untuk terus dioptimalkan sebagai pusat kegiatan ekonomi kerakyatan.
Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha ini, Panorama UMKM Malagusa 2026 diharapkan tidak hanya sekadar menjadi lokasi transaksi jual beli, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kabupaten Sorong. [MA]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.