Papua Barat Daya Online News,SORONG-Menjemput aspirasi masyarakat di wilayah kepulauan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat Daya, Nansy Prisillia Karundeng, SE, Fraksi Partai Golkar melaksanakan kegiatan reses di Distrik Mayamuk, tepatnya di Kampung Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.Minggu (16/08/26).
Kunjungan kerja ini memiliki makna yang sangat mendalam karena tidak hanya berfokus pada penyerapan aspirasi warga, tetapi juga diwarnai dengan momen bersejarah bagi kehidupan rohani masyarakat setempat.
Kampung Arar yang terletak di kawasan kepulauan menyimpan tantangan geografis tersendiri dalam hal aksesibilitas dan pemerataan pembangunan infrastruktur.
Kehadiran legislator Partai Golkar ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh warga kampung yang telah menantikan kunjungan langsung dari wakil rakyat mereka di parlemen provinsi.

Agenda reses kali ini dikemas secara istimewa karena bertepatan dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GKI Imanuel Kampung Arar. Kehadiran fasilitas ibadah yang representatif sangat dinantikan oleh jemaat setempat untuk mendukung pembinaan mental spritual umat di wilayah kepulauan tersebut.
Dalam sambutannya di hadapan jemaat dan masyarakat, Nansy Prisillia Karundeng menyampaikan komitmennya untuk mengawal pembangunan rumah ibadah ini sekaligus memperjuangkan berbagai kebutuhan dasar masyarakat Arar melalui jalur kedewanan.
“Pembangunan gedung Gereja GKI Imanuel ini bukan hanya sekadar mendirikan bangunan fisik semata, tetapi juga membangun fondasi iman dan kebersamaan masyarakat di Kampung Arar.
Sebagai wakil rakyat, saya terpanggil untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan seperti Arar juga merasakan kehadiran dan perhatian penuh dari pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Nansy Prisillia Karundeng, SE.
Sentara dalam sesi dialog interaktif dalam reses tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Kampung Arar untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang mereka hadapi sehari-hari.
Sejumlah isu utama yang mendominasi aspirasi warga meliputi kebutuhan akan peningkatan fasilitas dermaga kampung guna memperlancar arus transportasi laut, permintaan dukungan alat tangkap modern bagi para nelayan lokal mengingat sebagian besar mata pencaharian warga bergantung pada hasil laut, serta peningkatan akses pelayanan kesehatan yang merata dan fasilitas penunjang pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nansy menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun selama masa reses ini akan dituangkan secara resmi ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD untuk kemudian diperjuangkan dalam Rapat Anggaran bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
”Segala keluhan, mulai dari akses transportasi laut, fasilitas nelayan, hingga pendidikan dan kesehatan yang telah disampaikan bapak dan ibu sekalian, akan saya bawa ke tingkat provinsi. Wilayah kepulauan seperti Arar memiliki potensi besar dan membutuhkan sentuhan pembangunan yang berkeadilan,” tambahnya.
Kegiatan reses ini ditutup dengan doa bersama demi kelancaran pembangunan Gereja GKI Imanuel Arar. Sinergi antara legislatif dan masyarakat kepulauan ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Sorong.[AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.