PapuaBaratDayaOnlineNews, KOTA SORONG- Bank Indonesia (BI) memastikan ketersediaan uang tunai dalam jumlah yang cukup selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran transaksi masyarakat yang biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, mengatakan pihaknya telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp271 miliar guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 8 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp221 miliar.
“Bank Indonesia bersama perbankan berkomitmen memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup, berkualitas, dan layak edar sehingga masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi dengan lancar selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Setian saat kegiatan Bincang Bareng Media di Aston Hotel Sorong, Senin (16/03/2026).
Di wilayah Papua Barat Daya, penyediaan uang tunai juga didukung melalui kas titipan yang berada di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan. Saldo uang layak edar pada kas titipan Kota Sorong tercatat sekitar Rp203 miliar, sedangkan kas titipan Sorong Selatan mencapai Rp40,3 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui bank pengelola untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan perbankan selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Menurut Setian, peningkatan kebutuhan uang tunai menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang selalu terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, BI bersama perbankan telah menyiapkan strategi distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
“Momentum Ramadan dan Idulfitri biasanya diikuti dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kami memastikan distribusi uang rupiah berjalan lancar agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Bank Indonesia mencatat pada periode Ramadan tahun sebelumnya, realisasi penarikan uang tunai di kas titipan Kota Sorong mencapai Rp69,3 miliar, sementara di Sorong Selatan sebesar Rp10,3 miliar. Data tersebut menjadi acuan dalam memproyeksikan kebutuhan uang tunai pada tahun ini.
Selain memastikan ketersediaan uang, BI juga menghadirkan berbagai layanan penukaran uang bagi masyarakat melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Layanan tersebut meliputi kas keliling, penukaran melalui loket perbankan, serta layanan penukaran terpadu yang bekerja sama dengan sejumlah bank.
Untuk mempermudah masyarakat, BI juga mengoptimalkan penggunaan layanan digital Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses secara daring. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang terlebih dahulu sehingga dapat mengurangi antrean di lokasi layanan penukaran.

Bank Indonesia berharap berbagai langkah tersebut dapat memastikan distribusi uang rupiah berjalan lancar serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.[RA]











