Rawat Tradisi Anyaman Tradisional, 40 Peserta Ikuti Pelatihan Noken Khas Moi

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

​Papua Barat Daya Online News, SORONG-Kabupaten Sorong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka kegiatan Pelatihan Noken Khas Moi. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam melindungi, melestarikan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari warisan budaya takbenda milik masyarakat adat suku Moi yang tersebar di wilayah Kabupaten Sorong.

​Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Silas Kalami, S.Sos., M.A., saat usai diwawancarai awak media

​Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Silas Kalami, S.Sos., M.A., menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari pengrajin lokal serta instruktur berpengalaman. Uniknya, pelatihan ini merangkul keterwakilan dari delapan sub-suku Moi yang mendiami Kabupaten Sorong, yang kemudian dikelompokkan ke dalam empat rumpun besar.

​Keragaman Motif dan Kekayaan Istilah
​Rumpun kepesertaan tersebut meliputi kelompok Abun Tat dan Abun Ji, kelompok Moi Klabra dan Moi Salma, kelompok Moi Kelim dan Moi Sigin, serta kelompok Moi Lemas dan Moi Maya yang berasal dari wilayah Segun, Waliam, hingga Pulau Salawati. Kehadiran seluruh sub-suku ini sekaligus mempertegas kekayaan identitas budaya Moi yang sangat variatif namun tetap harmonis.

​Dalam wawancaranya  Silas Kalami menjabarkan bahwa masing-masing sub-suku memiliki karakteristik motif tersendiri. “Motifnya kan beda-beda juga,” ujar Silas. Sebagai contoh, rumpun Moi Kelim dan Moi Sigin memiliki kemiripan motif yang khas dan secara lokal menyebut noken dengan istilah Kuok atau Kuwuk. Di sisi lain, masyarakat dari rumpun Abun Tat dan Abun Ji memiliki kesamaan karakteristik pola adat dengan penyebutan noken tersendiri, yaitu Yu.

​Sementara itu, bagi kelompok Moi Klabra dan Moi Salma yang mewakili anyaman tradisional khas pedalaman, kerajinan tangan ini dikenal dengan nama Kejiak. Perbedaan geografis juga melahirkan karakteristik unik pada kelompok Moi Lemas dan Moi Maya di wilayah pesisir serta kepulauan seperti Segun, Waliam, dan Salawati, di mana mereka mengidentifikasi kerajinan noken tersebut dengan istilah Kwap.

​Ekonomi Kreatif Berbasis ‘Noken for Moi Day’
​Lebih lanjut, program pelatihan ini tidak berhenti pada aspek edukasi pembuatan anyaman semata. Pemerintah daerah tengah mendorong sebuah konsep hilirisasi kebudayaan bertajuk “Noken for Moi Day”. Melalui konsep ini, para pengrajin noken pasca-pelatihan akan diorganisasi ke dalam kelompok-kelompok pengrajin yang terstruktur agar mampu memproduksi noken dalam skala ekonomi.

​Silas optimis tradisi ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif baru. Menurutnya, kerajinan tangan tersebut tidak hanya bernilai budaya tinggi, tetapi harus mendatangkan keuntungan finansial yang konkret bagi kesejahteraan keluarga masyarakat adat setempat.

“Jadi itu sebuah tradisi, selain kita angkat budaya, tapi juga membawa dampak ekonomi. Artinya, dengan membuat noken, mereka bisa mengembangkan budaya di satu sisi mendatangkan keuntungan ekonomi bagi kehidupan keluarga,” tegas Silas.Rabu (15/07/26)

​Upaya pelestarian ini didukung penuh oleh payung hukum yang kuat, yakni Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Moi di Kabupaten Sorong. Perlindungan ini juga dijabarkan secara rinci melalui Surat Keputusan Bupati mengenai Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah yang mencakup aspek cagar budaya, tradisi noken, kerajinan tikar, mahkota adat, hingga upacara sakral seperti Benfiar dan sumpah adat Ndalm San.

​Sebagai langkah konkret operasional, Pemerintah Kabupaten Sorong kini tengah menggodok aturan teknis berupa Surat Edaran Bupati yang akan menetapkan hari Kamis sebagai “Moi Day”. Pada hari tersebut, seluruh aparatur sipil negara dan masyarakat yang beraktivitas di Kabupaten Sorong diwajibkan mengenakan baju batik khas Moi serta memakai noken khas Moi.

​”Pemerintah daerah akan membuat edaran Pemerintah Kabupaten Sorong tentang Moi Day itu, untuk setiap hari Kamis semua menggunakan batik khas Moi dan noken khas Moi,” kata Silas.

​Sektor pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga bersiap menerapkan aturan turunan ini secara luas. Rencana strategis yang disiapkan meliputi kewajiban penggunaan noken dalam momentum hari besar seperti Hari PGRI setiap tanggal 25 November. Tidak hanya itu, dinas juga merancang instruksi wajib bagi seluruh siswa baru pada jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk mengenakan noken pada masa awal orientasi atau penerimaan siswa baru. [AR]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎BPS Rilis Data Ekonomi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Ini Perkembangannya
‎Langkah Lintas Sektor Tim Patriot Universitas Brawijaya dan Pemerintah Putus Penularan Malaria
‎Kementerian Transmigrasi dan Universitas Brawijaya Hadirkan Solusi Air Bersih dan Kapal Fiberglass untuk Warga Sorong
Perkuat Pengamanan Perairan Timur, Dua Kapal Perang Koarmada III Gelar Latihan Taktis
Lewat Subuh Keliling, Polsek Sorong Kota Sosialisasi Quick Wins Kapolri dan Tampung Keluhan Warga
Prajurit Koarmada III Tetap Jalankan Tes Kesamaptaan Jasmani di Tengah Ancaman Kabut Asap Karhutla
‎​Sellvyana Sangkek: Data SE2026 Harus Jadi Solusi Nyata Kesejahteraan Pelaku Usaha
‎Kesbangpol Papua Barat Daya Tekankan Peran FKUB Jaga Kerukunan Jelang Tahapan Pemilu 2027

Komentar

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:07

‎BPS Rilis Data Ekonomi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Ini Perkembangannya

Senin, 2 November 2026 - 19:24

‎Langkah Lintas Sektor Tim Patriot Universitas Brawijaya dan Pemerintah Putus Penularan Malaria

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:45

‎Kementerian Transmigrasi dan Universitas Brawijaya Hadirkan Solusi Air Bersih dan Kapal Fiberglass untuk Warga Sorong

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:50

Perkuat Pengamanan Perairan Timur, Dua Kapal Perang Koarmada III Gelar Latihan Taktis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:41

Lewat Subuh Keliling, Polsek Sorong Kota Sosialisasi Quick Wins Kapolri dan Tampung Keluhan Warga

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page