Papua Barat Daya Online News,
SORONG-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya menggelar kegiatan fasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, Jumat (30/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si., menggarisbawahi pentingnya peran strategis FKUB dalam menjaga kedamaian dan persatuan menjelang tahapan pemilihan umum (pemilu).
Kegiatan yang mengangkat tema “Memperkuat Moderasi Beragama untuk Mewujudkan Toleransi dan Persatuan di Provinsi Papua Barat Daya” ini menjadi bagian dari upaya proaktif pemerintah daerah menghadapi dinamika politik ke depan.
George Japsenang menjelaskan bahwa pihak Kesbangpol saat ini tengah melaksanakan evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan sepanjang tahun 2026. Evaluasi ini sekaligus menjadi landasan untuk mempersiapkan langkah-langkah strategis menghadapi tahun 2027, di mana wilayah Papua Barat Daya mulai memasuki tahapan pemilu.
Memasuki penghujung 2026, Kesbangpol juga mendorong evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan sekaligus mempersiapkan agenda kerja untuk tahun 2027.
”Di situ sudah ada kegiatan-kegiatan politik yang sudah harus kita laksanakan bersama-sama. Saya berharap dari FKUB ini sebagai Forum Kerukunan Umat Beragama, di mana seluruh para pemimpin umat beragama yang ada di Provinsi Papua Barat Daya ini, mereka menjadi mediator, mereka menjadi mediasi untuk menyampaikan bahasa yang sejuk, bahasa yang dapat menjaga kerukunan, bahasa yang menjaga toleransi, bahasa yang bisa menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar George Japsenang saat memberikan arahannya di Aimas Hotel.
Antisipasi Isu Negatif dan Politik Identitas
Lebih lanjut, George mengingatkan bahwa masuk ke dalam tahun politik seringkali memicu kerawanan, seperti munculnya kelompok-kelompok identitas, kelompok daerah, hingga isu-isu bernuansa keagamaan yang berpotensi melahirkan narasi negatif.
”Karena di tahun 2027 itu kan ya kita sudah tahu, ketika masuk di dalam tahun politik itu pasti ada kelompok-kelompok identitas, pasti ada kelompok-kelompok daerah, pasti ada kelompok-kelompok yang bersifat keagamaan dan sebagainya. Isu-isu negatif tentu akan terbangun,” ungkapnya.
George menjelaskan, dinamika politik dapat memunculkan berbagai isu negatif apabila tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dinilai penting untuk mencegah berkembangnya persoalan yang dapat mengganggu kerukunan.
Menanggapi latar belakang pertemuan tersebut, George menyebutkan bahwa pengumpulan para tokoh agama ini merupakan bagian dari program rutinitas instansinya. Pertemuan di Aimas Hotel ini merupakan agenda ketiga yang dilakukan, dengan agenda lanjutan yang dijadwalkan pada Desember mendatang.
Pertemuan tersebut juga merupakan bagian dari agenda rutin untuk menghimpun berbagai persoalan keumatan dari masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Daya.
Melalui forum berkala ini, para pemimpin umat beragama dari berbagai kabupaten/kota di Papua Barat Daya dapat menyampaikan berbagai persoalan sosial di daerah masing-masing.
Melalui pertemuan itu, setiap perwakilan FKUB diharapkan dapat menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing-masing, sehingga pemerintah bersama unsur terkait dapat merumuskan langkah pencegahan dan antisipasi secara tepat.
”Melalui koordinasi dan kolaborasi, persoalan-persoalan yang berpotensi muncul ke depan dapat diantisipasi sejak dini,” tandas George, menekankan pentingnya langkah pencegahan dini serta antisipasi melalui kerja sama lintas sektoral.[AR]
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Komentar
Silakan login untuk berkomentar.