Peringati HLH 2026, Pemprov Papua Barat Daya Tanam 5.000 Bibit Pohon di Aimas, Kelly Jambu : Ingat Bumi Ini Sudah Mendidih

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya Online News, SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengambil langkah progresif dan nyata dalam menghadapi hantaman krisis perubahan iklim global yang kian mengancam eksistensi ekosistem lokal.

Momentum Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dijadikan pijakan akselerasi pemulihan ekologi regional. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya berkolaborasi taktis dengan Yayasan Rumah Generasi Produktif menyelenggarakan aksi pelestarian lingkungan masif pada Senin (15/06/2026).

​Mengusung tema global yang diadaptasi secara kontekstual ke dalam dinamika lokal: “Saatnya Bekerja untuk Iklim (Now For Climate)”. Manifestasi dari komitmen ini bukan sekadar seremoni di balik meja, melainkan diwujudkan dalam sebuah gerakan struktural berjangka panjang yang dinamakan Gerakan Indonesia Asri Papua Barat Daya.

​Fokus utama dari gerakan ini adalah eksekusi riil penanaman 5.000 bibit pohon secara serentak. Kegiatan pelestarian alam berskala besar ini dipusatkan di sepanjang ruas Jalan Kontainer Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kawasan tersebut dipilih secara strategis untuk menginisiasi sabuk hijau (green belt) baru perkotaan, yang diproyeksikan mampu mereduksi polusi udara, menekan emisi karbon, sekaligus menjaga stabilitas ekosistem hidrologi di wilayah Sorong.

Tidak hanya berfokus pada pemulihan kesehatan bumi, agenda ini mengintegrasikan pelayanan publik berupa fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Akses cek kesehatan dasar secara cuma-cuma ini diberikan kepada warga yang terlibat aktif dalam penanaman maupun masyarakat umum di sekitar lokasi acara, menciptakan korelasi positif antara lingkungan yang sehat dan masyarakat yang sejahtera.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si saat diwawancarai awak media

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si, menekankan bahwa penanganan krisis iklim memerlukan tindakan yang radikal dan terukur di lapangan, bukan sekadar retorika politik lingkungan.
​”Bumi ini sudah mendidih maka bagian dari agenda penanaman lima ribu pohon hari ini bukan sekadar simbolisasi seremonial tahunan, melainkan investasi ekologis yang mutlak. Kita sedang berpacu dengan waktu melawan degradasi lahan dan pemanasan global. Pohon-pohon ini akan menjadi paru-paru baru bagi Sorong, pengikat air tanah, dan tameng pelindung dari ancaman bencana ekologis ke depan. Kami mengapresiasi tinggi keterlibatan multipihak yang membuktikan bahwa urusan iklim adalah tanggung jawab kolektif, bukan sektoral belaka,” tegas Julian Kelly Kambu depan awak media.

​Julian Kelly Kambu menambahkan bahwa keberhasilan gerakan ambisius ini ditopang oleh sinergi lintas sektor yang solid, mempertemukan instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan korporasi swasta dalam satu visi. Sejumlah mitra strategis dan sponsor yang mengawal jalannya acara ini meliputi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Pertamina Gas Negara (PGN), Pertamina EP, PT PLN (Persero), SKK Migas, JOG 40, M Hotel Sorong, Aimas Hotel serta pemangku kebijakan lokal Aimas.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Barat Daya, Drs. Suardi Thamal, M.M. saat menyerahkan bibit kepada anggota danpasmar

​Dukungan mutlak dari jajaran eksekutif tertinggi daerah ditegaskan kembali oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Penjabat Gubernur melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Barat Daya, Drs. Suardi Thamal, M.M., menyatakan bahwa intervensi vegetatif berupa penanaman pohon sudah berada pada taraf urgensi darurat akibat dampak riil perubahan iklim yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

​”Kita tidak bisa menutup mata bahwa dampak perubahan iklim dan konversi lahan telah memicu peningkatan suhu udara secara signifikan, ancaman banjir bandang saat curah hujan tinggi, hingga penurunan debit sumber air bersih di beberapa titik strategis Papua Barat Daya. Kondisi ekologis ini adalah alarm keras bagi kita semua. Dampak buruk ini wajib kita lawan dengan mengembalikan fungsi hutan dan vegetasi. Pohon yang kita tanam hari ini adalah solusi alami yang akan memulihkan struktur tanah, menahan laju erosi, dan menstabilkan mikro iklim lokal Sorong. Ini adalah langkah wajib yang harus diteruskan tanpa henti,” cetus Drs. Suardi Thamal, M.M., memaparkan analisis dampak ekologis wilayah secara mendalam.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong, Adi Bramantyo saat menyerahkan kepada kwarda Papua Barat Daya

 

​Senada dengan komitmen provinsi Papua Barat Daya , Pemerintah Kabupaten Sorong selaku tuan rumah wilayah menyatakan kesiapan penuh mengawal keberlanjutan program penghijauan ini. Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong, Adi Bramantyo, yang hadir langsung di lokasi acara, menegaskan bahwa Pemkab Sorong siap menjamin pemeliharaan pasca-tanam dari ribuan bibit yang telah ditempatkan di wilayahnya.

​”Kabupaten Sorong mendukung penuh dan siap menjadi garda depan dalam mengawal Gerakan Indonesia Asri ini. Tugas berat kita sebenarnya bukan saat menanam, melainkan bagaimana memastikan 5.000 bibit pohon ini tumbuh dan terawat dengan baik. Kami akan menginstruksikan jajaran distrik hingga kelurahan di wilayah Aimas untuk bersama-sama melakukan monitoring berkala agar sabuk hijau di Jalan Kontainer ini benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang,” ujar Adi Bramantyo menyampaikan dukungan serupa.

​Menambah bobot edukasi dan inovasi lingkungan, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan demonstrasi singkat teknik pengolahan dan budi daya Maggot (larva lalat Black Soldier Fly/BSF). Demonstrasi ini memberikan solusi alternatif berbasis sirkular ekonomi kepada masyarakat dalam mereduksi sampah organik rumah tangga secara cepat, sekaligus menghasilkan pakan ternak bernilai ekonomi tinggi.

​Sebagai simbolisasi kembalinya keseimbangan alam dan komitmen perdamaian terhadap lingkungan, seluruh jajaran pejabat bersama perwakilan pemuda dan masyarakat secara bersama-sama melepas burung merpati ke alam bebas.

Aksi demontrasi Pengolahan Budidaya Mogot

Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menaruh harapan besar agar aksi nyata ini mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat secara radikal untuk lebih aktif menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi masa depan bumi yang berkelanjutan. [AR]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel papuabaratdayaonlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ribuan Warga Kabupaten Sorong Padati Jalan Sehat Berhadiah Sapi di Alun-Alun Aimas
Peringatan HUT ke-59 Kabupaten Sorong: Efisiensi Anggaran Tak Boleh Surutkan Kualitas Pelayanan Publik
Pemkab Sorong Ziarahi Dua Mantan Bupati, Ny. Nansy Karundeng: Almarhum Dihargai sebagai Tokoh Terbaik
Puluhan Lansia Antusias Ikuti Senam Sehat dan Pemeriksaan Gratis yang Diinisiasi PKK Kabupaten Sorong
Kritik Pedas Isak Yable: Kursi Sekda Kabupaten Sorong dan Ujian Hak Kesulungan OAP, Bupati Segera Lantik Sekda Definitif
Utamakan Hak Adat dan Ekonomi OAP, Dinas Koperasi PBD Godok Regulasi Khusus Koperasi Mandiri
Pemprov Papua Barat Daya Sosialisasikan RTnRHL 2027, Fokus Pulihkan Hutan dan Lahan Kritis
Pawai Takbiran di Sorong: Wakil Bupati Ahmad Sutedjo Rekam Antusiasme Warga Lewat Ponsel Pribadi

Komentar

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:04

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ribuan Warga Kabupaten Sorong Padati Jalan Sehat Berhadiah Sapi di Alun-Alun Aimas

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:59

Peringatan HUT ke-59 Kabupaten Sorong: Efisiensi Anggaran Tak Boleh Surutkan Kualitas Pelayanan Publik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:14

Pemkab Sorong Ziarahi Dua Mantan Bupati, Ny. Nansy Karundeng: Almarhum Dihargai sebagai Tokoh Terbaik

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:17

Puluhan Lansia Antusias Ikuti Senam Sehat dan Pemeriksaan Gratis yang Diinisiasi PKK Kabupaten Sorong

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:04

Kritik Pedas Isak Yable: Kursi Sekda Kabupaten Sorong dan Ujian Hak Kesulungan OAP, Bupati Segera Lantik Sekda Definitif

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page