Papua Barat Daya Online News, SORONG-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemekaran atau Dirgahayu Kabupaten Sorong yang ke-59, Pemerintah Kabupaten Sorong menggelar kegiatan ziarah makam ke dua tokoh pemimpin besar yang telah meletakkan fondasi pembangunan di Tanah Malamoi.
Ziarah ini dilakukan ke makam almarhum Dr. John Piet Wanane (Bupati Sorong periode 1997-2002 dan 2002-2007) serta almarhum Dr. Drs. Stepanus Malak, M.Si. (Bupati Sorong periode 2007-2012 dan 2012-2017). Langkah ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dan penghormatan atas dedikasi luar biasa kedua mendiang selama memimpin Kabupaten Sorong masing-masing selama dua periode berturut-turut.

Dalam rekam jejak sejarahnya, kepemimpinan Dr. Drs. Stepanus Malak, M.Si. menorehkan tinta emas yang sangat membekas di hati masyarakat. Ia dikenal luas dan dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan Kabupaten Sorong”.
Julukan ini bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari bukti nyata di lapangan. Di bawah arahannya, Kabupaten Sorong mengalami transformasi infrastruktur yang masif:
1.Konektivitas Wilayah: Pembangunan berbagai ruas jalan utama yang menghubungkan area perkotaan hingga ke pelosok kampung-kampung terpencil.
Membuka Isolasi Geografis: Akses jalan yang dibangunnya berhasil memutus keterisolasian daerah, menggerakkan roda perekonomian lokal, dan mempermudah akses kesehatan serta pendidikan bagi masyarakat asli Papua (OAP) maupun warga transmigran.
2.Pusat Pemerintahan: Pemindahan dan pembangunan pusat ibu kota kabupaten di Aimas yang kini menjadi kota yang modern dan tertata.
Langkah Pemkab Sorong yang tetap mengingat dan menghormati jasa para pendahulu ini mendatangkan rasa syukur yang mendalam bagi pihak keluarga. Istri dari almarhum Dr. Drs. Stepanus Malak, M.Si., Ny. Nansy Prisillia Karundeng, menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat.
”Kami atas nama keluarga sangat bersyukur dan berterima kasih atas ziarah ini. Dengan tindakan nyata ini, almarhum dihargai sebagai salah satu tokoh terbaik Moi dan sosok orang tua yang telah banyak melahirkan karya-karya pembangunan di atas tanah ini,” ungkap Nansy Karundeng dengan nada haru, Sabtu (13/06/26)
Ia juga menambahkan bahwa status “Bapak Pembangunan” atau tokoh terbaik bukanlah klaim sepihak dari keluarga. “Hal ini bukan kami yang mengklaim, melainkan ini adalah suara yang sering disampaikan langsung oleh masyarakat di kampung-kampung yang sangat familiar dengan sosok almarhum semasa hidupnya.”ucapnya.
Istri mantan Bupati Sorong Stephanus Malak, Nansy Prisillia Karundeng saat diwawancarai awak media.
Momentum ziarah ini tidak sekadar menjadi ajang penghargaan bagi Nansy Karundeng, tetapi juga mempertegas komitmennya untuk melanjutkan legacy sang suami. Kecintaan mendalam almarhum kepada masyarakat dan Tanah Moi kini mengalir dalam nadinya yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena itu, ia membulatkan tekadnya untuk maju dan berjuang di jalur parlemen DPR Provinsi Papua Barat Daya.
Nansy menegaskan, langkah politik yang diambilnya adalah demi memastikan perjuangan yang telah ditorehkan almarhum tidak terhenti, sehingga aspirasi-aspirasi masyarakat bawah dapat terus disuarakan dan diperjuangkan secara nyata. Meski demikian, ia mengakui jalan yang ditempuhnya penuh tantangan dan tidak lepas dari sinisme politik.
”Perjuangan ini memang tidak mudah. Di lapangan, masih saja ada yang menilai bahwa langkah ini hanya untuk kepentingan semata. Namun, saya sudah dididik oleh almarhum sedemikian rupa bahwa kadang kala ketika kita berbuat baik pun, kita masih dianggap salah,” beber Nansy secara blak-blakan.

Bagi Nansy, segala bentuk rintangan dan penilaian miring dari luar justru dijadikan sebagai pengingat dan “alarm” pribadi agar ia tetap fokus berjuang untuk kepentingan masyarakat, apa pun kondisinya.
”Selagi kita diberikan kesehatan dan dipercayakan Tuhan, hidup kita harus diusahakan menjadi berkat bagi banyak orang. Dengan begitu, apa yang kita perbuat akan selalu manis dan meninggalkan jejak yang baik hingga ke anak cucu kita kelak,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Momentum HUT ke-59 dan ziarah makam ini menjadi refleksi penting bagi masa depan Kabupaten Sorong. Ada beberapa pesan esensial yang dapat dipetik untuk keberlanjutan pembangunan ke depan:
1.Merawat Warisan Pembangunan (Legacy): Infrastruktur jalan, fasilitas publik, dan tata kota yang telah dirintis oleh Dr. John Piet Wanane dan Dr. Stepanus Malak harus terus dirawat, ditingkatkan, dan dituntaskan kegunaannya agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
2.Semangat Membangun dari Kampung: Filosofi pembangunan yang menjangkau kampung-kampung harus tetap menjadi kompas bagi Pemkab Sorong saat ini. Keadilan pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada wilayah yang dianaktirikan.
3. Persatuan dan Menghargai Tokoh Adat: Sebagai bagian dari Tanah Malamoi, sinergi antara pemerintah, masyarakat adat Moi, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama. Menghargai jasa pemimpin terdahulu adalah fondasi untuk membangun masa depan yang lebih bermartabat dan sejahtera.

”Dengan usia yang kini menginjak 59 tahun, Kabupaten Sorong diharapkan terus maju, berani berinovasi, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur serta kerja keras yang telah dicontohkan oleh para pemimpin sebelumnya” ucapnya menyudahi wawancaranya dengan media ini. [AR]











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.