PapuaBaratDayaOnlineNews, SORONG-Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Barat Daya resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni di salah satu hotel di Kota Sorong, Kamis (12/02/26).
Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) sebagai penanda dimulainya konsolidasi besar partai dalam menatap Pemilu 2029.
Momentum ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah dinamika politik lokal yang terus berkembang, PKB Papua Barat Daya memilih menegaskan arah politiknya memperkuat struktur, membangun kaderisasi, dan menghadirkan kerja nyata di tengah masyarakat sebagai fondasi utama meraih kepercayaan publik.
Wakil Ketua DPW PKB Papua Barat Daya Bidang Penataan Struktur dan Pengembangan Kelembagaan (PSPK), Nebrianus Kambuaya, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) kepada jajaran pengurus di daerah otonom baru tersebut.
“Kami bersyukur telah dikukuhkan dalam kepengurusan DPW PKB Papua Barat Daya.
Amanah dari DPP ini tentu menjadi tanggung jawab besar, khususnya bagi saya yang membidangi struktur dan kelembagaan organisasi. Ini akan kami jalankan secara serius dan terukur,” ujar Nebrianus.
Nebrianus menegaskan, prioritas utama pascapengukuhan adalah melakukan penataan struktur partai secara menyeluruh. Konsolidasi akan dimulai dari tingkat provinsi, dilanjutkan ke kabupaten/kota, pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat distrik, hingga penguatan ranting sebagai ujung tombak partai di akar rumput.
“Kita akan bergerak menata seluruh struktur partai dari provinsi sampai ke kabupaten/kota, PAC, bahkan sampai ke ranting-ranting. Struktur yang solid adalah syarat utama partai bisa bekerja efektif,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, DPW akan mendorong pelaksanaan musyawarah cabang (Muscab) di tingkat kabupaten/kota. Langkah ini dipandang sebagai strategi awal membangun organisasi yang sehat, partisipatif, dan memiliki legitimasi internal yang kuat.
Bagi PKB, penguatan struktur bukan hanya soal administratif, melainkan bagian dari desain politik jangka panjang. Struktur yang tertata diyakini akan melahirkan kader-kader yang terlatih, memahami ideologi partai, serta mampu membaca kebutuhan riil masyarakat Papua Barat Daya.
Lebih jauh, Nebrianus mengungkapkan arahan DPP agar seluruh kader PKB tidak terjebak pada politik pencitraan, melainkan mengedepankan politik kehadiran.
“Arahan DPP jelas, kader harus terus berada di tengah masyarakat dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Menurutnya, membangun kepercayaan publik tidak cukup dengan memasang baliho atau alat peraga semata. Kepercayaan harus dibangun melalui interaksi langsung, pelayanan, serta keterlibatan aktif dalam organisasi kepemudaan, sosial, dan keagamaan.
“Kita tidak harus memperkenalkan diri lewat baliho. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus hadir dan bekerja bersama masyarakat,” tambahnya.
Pola pikir ini mencerminkan strategi politik yang lebih substantif membangun basis dukungan melalui relasi sosial yang kuat dan konsisten, bukan sekadar momentum elektoral lima tahunan.
Dengan konsolidasi yang mulai digerakkan sejak awal periode kepengurusan, PKB Papua Barat Daya memasang target ambisius pada Pemilu 2029. Partai menargetkan peningkatan perolehan kursi di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, serta kontribusi kursi ke DPR RI.
“Target kami jelas, 2029 PKB harus bisa bersaing dan memenangkan kursi sebanyak-banyaknya, baik di kabupaten/kota, provinsi, bahkan menyumbang kursi ke DPR RI,” tegas Nebrianus.
Target tersebut, kata dia, bukan sekadar angka, melainkan hasil dari kerja konsolidasi yang terencana, penguatan kaderisasi, serta komitmen menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.
Sebagai provinsi yang relatif baru, Papua Barat Daya memiliki tantangan sekaligus peluang politik yang besar. PKB melihat kondisi ini sebagai ruang untuk membangun model politik yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.
Melalui Muskerwil dan orientasi politik yang digelar bersamaan dengan pengukuhan, DPW PKB Papua Barat Daya menegaskan komitmen untuk membangun soliditas internal sekaligus memperluas jangkauan pengaruh politiknya secara sehat dan demokratis.
Di tengah kompetisi partai yang kian dinamis, PKB Papua Barat Daya tampaknya memilih jalan konsolidasi ideologis dan kerja nyata sebagai fondasi. Sebuah pendekatan visioner yang, jika dijalankan konsisten, berpotensi menjadikan partai ini sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan pada 2029 mendatang. [RA]











